Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Wisata Indonesia

Kerumunan Pelajar Dibubarkan Polisi, Diduga Hendak Tawuran


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Diduga hendak tawuran, sebanyak puluhan orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dibubarkan petugas di daerah Perumahan Kosambi Baru, Blok B1 RT 10/10 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

“Jadi, awalnya ada informasi dari warga sekitar pukul 17.00 WIB, bahwa ada segerombolan pelajar dipinggir kali dekat Perumahan Kosambi Baru, seperti hendak tawuran,” ucap Bhabinkamtibmas Kelurahan Duri Kosambi Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Bripka Achmad Haris, saat dilokasi, Kamis (25/7/2019).

Haris mengatakan, dirinya bersama babinsa Serda Slamet yang sedang patroli kemudian mendatangi para remaja tersebut. Namun, remaja yang berseragam abu-abu itu langsung memilih melarikan diri mengunakan sepeda motor.

“Asumsi kami diduga mereka hendak tawuran dengan sekolah lain,” terangnya.

Karena lanjut Haris, segerombolan pelajar tersebut melarikan diri saat petugas mendatangi lokasi itu.

“Namun ketika dilakukan pengejaran ada salah satu pelajar membuang dua sajam jenis samurai dan parang,” ujarnya.

Haris menyebut para pelajar itu berhasil melarikan diri. Pihaknya juga menyita senjata tajam jenis parang dan samurai yang diduga hendak digunakan untuk tawuran.

“Adapun senjata tajam itu telah diamankan dan disita sebagai barang bukti,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada para orang tua dan pihak sekolah untuk bekerja sama dalam memberikan pengawasan kepada anak agar tidak terlibat tawuran pelajar.

“Terutama pada jam pulang sekolah, harus senantiasa dicek keberadaan mereka,” imbuhnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama