Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Polisi Serang Amankan 2 Wanita Pekerja Seks Threesome


SERANG (wartamerdeka.info) - Satreskrim Polres Serang Kota mengamankan dua wanita yang diduga pekerja seks komersial di salah satu hotel di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kabupaten Serang, Selasa (3/9/2019) malam.

Saat dilakukan penggerebak, wanita yang diamankan yakni SR (24) dan SH (34) kepada petugas mengaku melayani jasa seks threesome atau satu laki-laki dengan dua perempuan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi P, SIK MH kepada awak media membenarkan kejadian tersebut.

"Dua wanita diamankan, saat ini yang bersangkutan diamankan di Mapolres Serang Kota dalam upaya penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan jasa prostitusi online," kata Kombes Pol Edy Sumardi, saat dikonfirmasi, Rabu (4/9/2019) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengatakan aksi penggerebakan selasa malam itu berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya sebuah jasa layanan seks komersial tersebut.

Saat dilakukan penggerebekan, dua pekerja seks komersial tersebut sedang menunggu seorang pria yang diduga sebagai pengguna jasanya.

"Tadi malam kita melakukan penggerebekan secara paksa hotel tersebut. Saat itu, mereka (SH/SR) tanpa menggunakan sehelai pakaian apapun dan mengaku sedang menunggu seorang pria pengguna jasanya," ujar AKP Ivan Adhitira.

Adapun modus yang mereka lakukan, lanjut Ivan, dengan cara memanfaatkan media sosial dan menyebarkan informasi lengkap tarif dan durasi layanan jasa threesome ini.

"Dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan jasa seks threesome yang mereka layani. Ada tiga tarif dan harganya bervariatif mulai dari Rp 1 juta sampai Rp3 juta," lanjut Ivan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, SH dan SR bukan merupakan warga setempat atau wilayah Provinsi Banten. Kepada petugas, SH berperan sebagai mucikari. Sementara SR menerima boking order (BO) dan mendapatkan pelanggan dari SR.

"Mereka mengaku berasal dari Jakarta. Dalam kasus ini masih kita selidiki apakah melibatkan seseorang lainnya atau tidak," ungkapnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama