Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Berita Foto

Cinque Terre

Hawa Moalim, 33 tahun, duduk bersama anak-anaknya di kamp pengungsi Wayamo di Baidoa, negara bagian Somalia Barat Daya, setelah melarikan diri dari wilayah Bakool ketika kekeringan menghancurkan mata pencahariannya. Ia memulai perjalanan dengan enam anak dan beberapa kambing yang selamat, tetapi hewan-hewan itu mati di sepanjang jalan, sehingga keluarga tersebut tidak memiliki apa pun ketika mereka tiba dua minggu lalu. [Abdulkadir Mohamed/NRC] (sumber: Al Jazeera)

Polsek Cengkareng Gelar Latihan Pramuka Di Hutan Kota Rawa Buaya


JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat melatih sejumlah anggota Pramuka  di hutan kota Rawabuaya, kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (7/9/2019).

Kegiatan digelar dalam rangka  pembentukan  pramuka saka Bhayangkara.  Peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 80 orang, yang berasal dari siswa-siswi dari 24 sekolah SMA / SMK Negeri dan Swasta.

Kanit Binmas Polsek Cengkareng Iptu Wiyanto mengatakan, tujuan gerakan pramuka adalah mendidik siswa dan siswi dengan prinsip-prinsip dasar metode kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan Bangsa Indonesia.

“Jumlah peserta didiknya adalah 80 orang, saat mengikuti latihan di hutan kota Rawa Buaya, mereka sangat antusias sekali dalam pelatihan pembentukan saka Bhayangkara,” jelasnya.

Iptu Wiyanto juga menegaskan, tingkatan dalam kepramukaan yang dimaksud adalah pramuka penegak bantara yang berusia 16 sampai 18 tahun.

“Kepada anak didik agar selalu bersikap disiplin dimana pun berada dan selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, rajin belajar serta taat kepada orang tua,” imbaunya.

Kegiatan pembentukan saka Bhayangkara tersebut untuk melatih kepada siswa siswi untuk membatu tugas Polri guna menciptakan situasi kamtibmas aman dan kondusif, sesuai printah Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, melalui Kapolsek Cengkareng Kompol H.Khoiri. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama