Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Isak Tangis Iringi Pemakaman Jenazah Anggota Satbrimob Korban Penembakan di Sulawesi Tengah


PANDEGLANG (wartamerdeka.info) - Tangis haru mewarnai proses pemakaman gugurnya anggota Satbrimob Sulteng asal Pandeglang. Pemakaman dilakukan di TPU Puluku, Desa Banyumundu, Kaduhejo, Pandeglang, Jum'at (14/12/2019) pukul 14.25 Wib

Bharaka (Anumerta) Muhamad Saeful Muhdori tewas dalam tragedi penembakan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) usai melaksanakan shalat Jum'at di Desa Salubanga, Kabupaten Parigi Mautong, Sulawesi Tengah, Jum'at (13/12/2019) pukul 12.30 Waktu setempat.

Ratusan pelayat dari kerabat hingga keluarga korban dan Satuan Brimob Polda Banten serta Polres Pandeglang menghadiri pemakaman. Isak tangis pecah saat jenazah hendak dimasukan ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Keluarga korban tidak menyangka kepergiannya Muhamad Saeful begitu cepat. Usia pernikahannya yang baru seumur jagung itu membuat sang istri tak percaya dengan kabar duka yang diterimanya.

Muhamad Ro'uf sepupu korban mengatakan, Bharaka Muhamad Saeful dikenal sebagai sosok yang ramah dan merupakan salah satu putera desa yang terbaik.

"Saya atas nama wakil daripada keluarga menyampaiakan terimakasih kepada seluruh anggota Kepolisian dalam hal ini ikut berduka bersama kami dan mengantar jenazah kepada keluarga disini," kata Muhamad Ro'uf.

Bagi keluarga, kata Ro'uf adalah sebuah ujian dan musibah. Bharaka Muhamad Saeful Muhdori yang gugur dalam tugas yang mengemban amanah bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami berharap bahwa do'a dari kita semua agar almarhum diterima di sisi Allah sebagai Syuhada atau pejuang yang gugur sebagai pembela negara," ungkapnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama