TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Pesan Natal Ketua MPR RI: Jadikan Momentum Untuk Memperkuat Semangat Kebhinekaan


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan bahwa perayaan Hari Raya Natal harus dijadikan momentum untuk memperkuat semangat Kebhinekaan. Kemajemukan agama yang ada di dalam masyarakat Indonesia, harus dijadikan sumber kekuatan utama bangsa Indonesia.

"Sikap toleransi dan dukungan merupakan ruang kekeluargaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sehingga, kemajemukan yang ada di dalam masyarakat Indonesia bukan menjadi sumber pemecah belah. Melainkan harus menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia," ujar Bamsoet dalam siaran persnya, hari ini.

Ditegaskannya, agama apapun jelas mengajarkan untuk senantiasa menyebarkan cinta kasih kepada sesama. Karena itu, siapapun tidak boleh menjadikan agama sebagai alat permusuhan. Apalagi sebagai alat politik. Perayaan Natal menjadi sangatlah penting guna memancarkan semangat kebangsaan.

"Penting untuk membuka ruang dialog diantara pemeluk agama. Tujuannya, agar melalui dialog tersebut, antar umat beragama bisa menguatkan satu sama lain. Meskipun berbeda keyakinan, namun tetap bersaudara dalam kemanusiaan," tambahnya.

Sekali lagi, tandas Bamsoet, momen Perayaan Natal ini harus menjadi suatu momentum yang baik bagi seluruh umat.  Ajaran agama yang mengajarkan kebaikan, dapat kita laksanakan untuk membangun bangsa dan negara Indonesia. Sehingga, melalui momen Perayaan Natal, bangsa Indonesia dapat semakin dipersatukan.

"Momen Perayaan Natal penting bagi keindonesiaan kita. Penting bagi toleransi kita. Dan, penting bagi masa depan bangsa kita. Selamat Natal 2019 dan Tahun Baru 2020," pungkasnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama