Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Presiden Jokowi Tegaskan Negara Menjamin Kebebasan Beragama dan Beribadah, Saat Hadiri Perayaan Natal Nasional 2019

Presiden Jokowi didampingi Mensos saat memasuki gedung acara Perayaan Natal Nasional 2019 di SICC, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12). 

JAKARTA (wartamerdeka.info) -
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa di negara Pancasila, negara menjamin kebebasan beragama dan beribadah menurut agama masing-masing.

“Di negeri Pancasila ini kita harus saling menghormati, saling menghargai perbedaan dan keberagaman kita di antara anak-anak bangsa dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Perayaan Natal Nasional 2019, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12) malam.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan, Natal adalah momentum yang sangat indah untuk merayakan persahabatan, momen yang sangat berharga untuk merajut persaudaraan, kerukunan antar anak-anak bangsa, dan juga momen bagi bangsa Indonesia untuk mensyukuri keberagaman, indahnya kemajemukan yang menyatukan sebagai sebuah bangsa besar, bangsa Indonesia.

“Kita tidak ingin tali silaturahmi, jembatan persahabatan, jembatan persaudaraan yang telah terjalin dengan sangat baik sejak puluhan bahkan ratusan tahun justru dirusak oleh provokasi-provokasi yang memecah belah kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” tegas Presiden.

Menurut Kepala Negara, pada momen-momen tertentu ada saja yang mencoba-coba mengganggu kedamaian hubungan antarsuku, antaragama, atau bahkan menebar kebencian dan intoleransi dalam kebersamaan bangsa Indonesia.

Namun Kepala Negara meyakini, dengan semangat persaudaraan dan persahabatan yang sangat kuat, kita akan selalu mampu menghadapi semuanya.

 “Saya memiliki keyakinan itu,” kata Presiden Jokowi.

Perayaan Natal Nasional 2019 yang mengambil tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” itu dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, para menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan para duta besar negara sahabat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama