TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi: Tugas Operasi Tidak Boleh Ada Kesalahan Sekecil Apapun


BOVENDIGOEL (wartamerdeka.info) - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. didampingi Asintel, Asops dan Aspers Kasdam IV/Diponegoro mengunjungi Satuan Tugas (Satgas) Yonif 406/Candra Kusuma di Pos Kotis Tanah Merah, Kab. Bovendigoel, Rabu (15/01/2020).

Kunjungan Pangdam dan rombongan ke Perbatasan RI-PNG ini dalam rangka Pengendalian dan Pengawasan (Dalwas) Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG sekaligus mengecek dan bertatap muka dengan Prajurit kebanggaanya.

Dihadapan para prajuritnya, Mayjen TNI Mochamad Effendi menerangkan bahwa tugas operasi adalah suatu kehormatan bagi prajurit, sekaligus menjadi anugerah yang harus disyukuri dan dijalankan dengan baik dan benar.

“Bagi prajurit, tugas operasi adalah suatu kehormatan sekaligus anugerah yang harus disyukuri. Caranya ya  dengan menjalankan tugas pengamanan perbatasan ini dengan baik dan benar”, terangnya.

Dijelaskan pula bahwa tugas utama Satgas Pamtas adalah menjaga dan melaksanakan patroli Patok Batas Negara untuk mengecek dan menjaga keutuhan wilayah yang menjadi kedaulatan negara kita. Sebagai umat beragama, laksanakan tugas ini dengan penuh keikhlasan sehingga mengandung nilai ibadah.

Pangdam menegaskan, selama pelaksanaan tugas operasi tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun, para prajurit tidak boleh melkukan kesalahan apapun. Patuhi seluruh aturan-aturan yang  berlaku di daerah operasi agar tidak terjadi pelanggaran, karena dari pelanggaran dan kesalahan kecil itulah dapat berdampak timbulnya korban.

“Dalam melaksanakan tugas operasi tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun, karena dari kesalahan yang kecil itu dapat berdampak timbulnya korban”, tegasnya.

Untuk itu dirinya berpesan agar sesama prajurit harus saling mengingatkan sehingga semuanya tidak melanggar dan tidak lengah. Jaga selalu faktor keamanan, kendalikan nafsu masing-masing agar nantinya dapat kembali ke home base dan menikmati rejeki hasil operasi bersama dgn keluarga.

Pangdam juga berpesan agar prajuritnya harus bijak sebelum menyebarkan informasi atau berita, khususnya kepada keluarga di home base, sehingga keluarga tidak merasa resah terhadap apa yang dialami di daerah operasi.

“Saya minta kalian harus lebih bijak dalam mengirinkan informasi kepada keluarga kalian, khususnya dalam menggunakan Medsos. Jangan buat keluarga kalian resah”, pinta Mayjen TNI Mochamad Effendi.

Usai memberikan pengarahan kepada prajurit kebanggaannya, Pangdam bersama rombongan meninjau dan mengecek kondisi Pos Kotis serta berdialog dengan tokoh masyarakat setempat. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama