Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

KPK - Laskar Merah Putih Teken MOU, Ketua LMP Tator: Kami Siap Laporkan Dugaan Korupsi

Ketua LMP Tana Toraja Jansen Saputra Godjang

TANA TORAJA (wartamerdeka.info) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah Komisioner Firli Bahuri tampaknya tidak main-main dalam mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia.
Pihaknya, bahkan, menjalin kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat melalui lembaga Ormas dan LSM yang ada. Tujuannya agar upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi itu terjangkau hingga ke daerah bahkan pelosok desa.
Salah satu lembaga Ormas yang digandeng KPK dengan menjalin kerjasama adalah Laskar Merah Putih (LMP).

Untuk menyatukan komitmen dan tekad mencegah dan memberantas korupsi lewat kerjasama itu, KPK dan LPM menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) atau Nota Kesepahaman, baru-baru ini.
Kedua pihak sebelumnya mengadakan pertemuan di ruang Kedeputian Pencegahan Korupsi, Direktorat Dikyanmas KPK.

Hadir Ketua Umum LMP Adek Erfil Manurung didampingi Ketua Markas Daerah LMP Sulsel Taufik Hidayat. Sedang dari KPK hadir ketuanya, Firli Bahuri.
Pertemuan membahas secara detail isi dan revisi dokumen kerjasama sebelum ditingkatkan menjadi ikatan MOU.
Firli Bahuri, menyampaikan bahwa fungsi pencegahan KPK dapat diperkuat jika bekerjasama dengan seluruh perwakilan ormas Laskar Merah Putih yang tersebar di 34 provinsi. Kerjasama itu tentu akan membuat pencegahan korupsi semakin efektif.

“Tugas pencegahan, kalau LMP di daerah bisa diberdayakan dan bekerjasama dengan Korsupgah (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan), tentu bisa efektif,” terang Firli di Gedung KPK.

Ketua Umum LMP,  Adek Erfil Manurung menyatakan, bahwa pihaknya akan segera memberikan instruksi ke markas LMP seluruh tingkatan kota, kabupaten sampai provinsi demi memperkuat kerjasama dengan KPK baik dari sisi  pencegahan, pelatihan, penyuluhan, sampai pengawasan.

"Jauh hari sebelumnya kami sudah persiapkan SDM sesuai kompetensinya para pemuda pemudi LMP se Indonesia menyongsong bidang pencegahan korupsi di KPK," terang Adek Erfil Manurung di Kantor Pusat Mabes LMP, Jl Raya Jatinegara Jakarta Timur.

Sementara itu, Ketua Mada LMP Sulsel, Taufik Hidayat berjanji akan menindaklanjuti hasil MOU KPK-LMP.
Pihaknya, kata Taufik, bahkan dalam waktu dekat akan mengundang pimpinan KPK dan Deputi Pencegahan untuk menjadi pembicara dalam seminar kebangsaan.

"Kami berharap dalam seminar nantinya, pimpinan KPK turut hadir memberikan wejangan kepada pengurus LMP yang ada di Sulsel," terang Taufik.

Sementara itu, Dikyanmas KPK, Rofi menyampaikan bahwa tahun ini KPK akan melakukan penguatan di sektor pelatihan, bimbingan teknis, serta sertifikasi melalui Badan Standar Nasional Pendidikan di 34 Provinsi di Indonesia.

"KPK berharap Ormas LMP segera menyiapkan SDM dan kualifikasi", tandas Rofi.

Sedangkan Ketua LMP Tana Toraja , Jansen Saputra Godjang, ketika dimintai tanggapannya, Ahad (1/3), menyambut sangat antusias hal ini. Dia akan segera menindaklanjuti hingga ke jajarannya.

"Ini momen yang sangat penting karena di Toraja sendiri korupsi makin masif dilakukan. Bahkan data untuk laporan dugaan korupsi sebenarnya sudah ada. Kedepan kita lihat karena kran kerjasama sudah terbuka tentu kita akan siapkan laporannya," ujar Jansen. (Tom)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama