TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Perajin Ciu di Wlahar Wangon, Mulai Coba Buat Hand Sanitizer


BANYUMAS (wartamerdeka.info) - Masyarakat Desa Wlahar Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, khususnya perajin minuman keras  rumahan (ciu), mulai membuat hand sanitizer dari bahan baku ciu. Hal ini menangkap peluang, kelangkaan dan mahalnya handsanitezer di pasaran setelah merebaknya virus korona di Indonesia.

Tokoh masyarakat Wlahar Jasmin mengatakan, sudah ada beberapa orang yang mencoba membuat hand sanitezer dari bahan baku ciu. Dengan produskisi masih kecil, dan dipasarkan disekitar wilayah Wangon.

Namun demikian, dirinya juga sudah mendapatkan pemberitahuan dari Bupati Banyumas, bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas, sedang melakukan penelitian pengunaan ciu sebagai bahan baku hand sanitezer.

Jika penelitian berhasil, maka perajin ciu akan beralih sebagai pemasuk hand sanitizer ketimbang memproduksi ciu. Menurut Jasmin perajin di Desa Wlahar sudah bisa memproduksi Ciu dengan kualitas 1, dengan kandungan alkohol 50 persen, sedangkan untuk kualitas 2 kandungan alkohol mencapai 30- 40 persen.

Sedangkan untuk bahan baku hand sanitizer paling tidak, membutuhkan alkohol 70 persen. Jika ciu kualitas 1 untuk menghasilkan ciu dengan kadar alkohol 70 persen, maka akan dilakukan penyulingan dua- tiga kali.

Satu liter ciu kualitas 1 dijual dengan harga 50 ribu rupiah, sedangkan ciu dengan kualitas 2 dijual dengan harga Rp30 ribu perliter.

"Ini tahap percobaan, Pak Bupati juga sudah meminta samplenya. Guna diteliti untuk pembuatan hand sanitezer, untuk bersih tanggan agar tidak tertular virus korona. Sudah ada yang mulai membuat handsanitezer, tapi masih kecil- kecil paling cuma lima liter sehari,"kata Jasmin.

Diterangkan oleh Jasmin, saat ini di Desa Wlahar terdapat 500- 600 perajin ciu, dengan produksi mencapai 6000- 7000 liter perhari. Sehingga jika potensi yang sangat banyak ini, bisa memenuhi kebutuhan hand sanitezer di Banyumas.(gus/humasbanyumas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama