Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Rumah Ibu Atikoh, Petugas Kebersihan Mushola Al- Ikhlas Babelan Kondisinya Sanfat Memprihatinkan


BEKASI  (wartamerdeka.info) -   Kondisi rumah Ibu Atikoh Sarbini (45) yang beralamat di kampung Kebalen RT 002 RW 014 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, sudah sangat memprihatinkan.  Namun, sayangnya, tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Bekasi.
 
Dari pantauan wartamerdeka.info, kemarin, selain kayu - kayu penopang bangunannya sudah lapuk, juga genting - gentingnya nampak sudah banyak yang pecah sehingga apabila turun hujan seluruh ruangan rumah tersebut kebocoran.
   
"Kalau hujan rumah saya pada bocor karena gentingnya sudah banyak yang pecah," ucap Ibu Atikoh Sarbini.
 
Ibu tiga orang anak ini lebih lanjut mengatakan, semenjak dibangunnya rumah tinggalnya tersebut sekitar tahun 1980 hingga sekarang belum pernah mengalami perbaikan dikarenakan keterbatasan dana.
 
Ibu yang kesehariannya bekerja membersihkan Mushola Al- Ikhlas di dekat rumahnya tersebut mengaku, khawatir dengan kondisi rumahnya yang mau roboh namun ia tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah karena keterbatasan perekonomian keluarganya.

"Jangankan untuk perbaiki rumah untuk makan sehari - hari saja saya sudah bingung, " katanya.
   
Atikoh berharap, ada yang peduli dan  membantu memperbaiki rumahnya tersebut, karena dari pemerintah kabupaten Bekasi ia mengaku tidak pernah mendapat bantuan apa pun ," mudah - mudahan ada yang peduli supaya rumah saya bisa di perbaiki, " harafnya.
   
Dari informasi yang di himpun wartamerdeka.info, untuk tahun 2020 ini, kabupaten Bekasi mendapat jatah perbaikan rumah tidak layak huni ( Rutilahu ) sebanyak Dua ribu rumah.
 
Semoga dari sekian ribu rumah yang mendapatkan bantuan rumah yang tidak layak huni tersebut satu di antaranya Rumah ibu Atikoh yang memang semestinya mendapatkan bantuan tersebut ( Acing ).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama