TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dikabarkan, 150 Anggota Kerajaan Arab Saudi Positif Corona

Istana Kerajaan Arab Saudi. 

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Sebanyak 150 anggota Kerajaan Arab Saudi dilaporkan positif virus corona.

Seperti dilansir New York Post, Jumat (10/4), akibatnya Raja Salman yang berusia 84 tahun saat ini diisolasi di sebuah tempat di dekat Kota Jeddah.

Sedangkan anaknya yang merupakan Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman (34) serta sejumlah menteri dikarantina di sebuah tempat di dekat Laut Merah.

Keponakan Raja Salman, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud (70) dilaporkan positif virus corona. Dia saat ini menjabat sebagai Gubernur Riyadh.

Sejumlah pangeran Saudi yang positif virus corona diduga terjangkit ketika mereka bepergian ke Eropa. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu pemicu keputusan Saudi untuk melakukan gencatan senjata terhadap pemberontak di Yaman kemarin.

Saudi menyatakan melakukan gencatan senjata dengan pemberontak Houthi di Yaman selama dua pekan. Mereka sudah berperang sejak lima tahun lalu.

Saat ini Rumah Sakit Khusus Raja Faisal sebanyak 500 ranjang pasien dipersiapkan untuk merawat para anggota kerajaan dan orang-orang terdekat mereka.

"Perintahnya adalah untuk mempersiapkan bagi orang-orang penting dari seluruh negeri," demikian isi surat dari pengelola RS Raja Faisal.

Sedangkan pasien biasa dan para perawat yang sakit akan dipindahkan ke rumah sakit umum untuk memberikan ruang bagi para anggota kerajaan yang sakit tersebut.

Menurut data Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, tercatat ada 2.795 kasus virus corona di Saudi, dengan 41 orang meninggal.  (CNN)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama