TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Wali Kota Tanjungpinang Sesak Napas, Dilarikan Ke RSUD Kepri, Langsung Diisolasi

Tim medis RSUD Kepri yang membawa Wali Kota Syahrul dari kediamannya menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) mengenakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap seperti sedang menangani pasien COVID-19

TANJUNGPINANG (wartamerdeka.info) - Wali Kota Tanjungpinang Syahrul dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Sabtu pagi dengan menggunakan mobil ambulans untuk diisolasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tim medis RSUD Kepri yang membawa Syahrul dari kediamannya menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) mengenakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap seperti sedang menangani pasien COVID-19.

Seorang petugas yang membawa disinfektan juga mengenakan APD.

Syahrul tampak terbaring lemas ketika dikeluarkan dari mobil ambulans. Ia mengenakan oksigen dan dibawa tim medis menuju ruang isolasi.

Kemudian mobil ambulans disemprot petugas dengan menggunakan disinfektan. Bahkan telepon seluler yang dibungkus plastik juga disemprot disinfektan.

Di depan IGD, Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam menjelaskan bahwa sejak awal sudah menunggu kedatangan Syahrul. Namun ia enggan membeberkan penyakit apa yang diderita Syahrul.

Rustam pun tidak mendekati Syahrul saat dibawa keluar dari mobil ambulan. Ia memberi semangat kepada Syahrul agar cepat sembuh.

Syahrul mendengarnya, dan mengangkat tangan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kepri dr Tjetjep Yudiana, M.Kes  mengatakan pada Jumat (10/4) Syahrul sudah diperiksa di RSUD Kepri di mana dokter yang memeriksa menyarankan agar dirawat, namun Syahrul pulang.

Namun Tjetjep enggan membeberkan hasil rontgen terhadap paru-paru Syahrul.

"Semalam dokter sudah meminta Pak Syahrul dirawat di RSUD, namun beliau ingin dirawat di rumah," katanya.

Informasi menyebutkan hasil rontgen ditemukan pneumenia di paru-paru Syahrul. Kondisi ini yang menyebabkan Syahrul mengalami kesakitan dan sesak napas. (An)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama