TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Mengintip Testimoni Petugas Penanganan Wabah Covid 19 Di Lamongan


Oleh: W. Masykar
(Wartawan wartamerdeka.info)

"Siang malam terus maraton mencari solusi dan strategi terbaik untuk bisa memutus penyebaran wabah Covid 19, tapi toh hujatan masih tetap terus berjalan di dunia medsos. Setiap langkah yang saya (kami) lakukan pastilah berpijak pada koridor regulasi pemerintahan. Saya (kami) tetap berlandaskan pada mekanisme tata kelola administratif dan prosedural birokrasi.
Setiap kebijakan yang lahir tetap melewati jalur peraturan yang ada. Namun demikian, banyaknya kritikan dan hujatan tidak membuat saya (kami) kendor dan tergagap gagap. Kritikan adalah vitamin dan nutrisi dalam langkah menangani wabah Pandemi ini," sekurangnya itulah suara batin seorang teman di Lamongan yang masuk dalam jajaran tim gugus tugas percepatan penanganan Covid 19.

Bisa dibilang dia hanya staf di birokrasi, andai pun penanganan Covid 19 di Lamongan dinilai berhasil belum tentu dia diperhitungkan atau mendapat reward.

"Bagi saya, bagaimana terus berbuat sehingga Pandemi Covid 19 ini secepatnya tuntas sehingga kondisi kembali normal," ungkapnya.

Hampir setiap waktu dia terus memantau dan memastikan prosedur protokol penanganan Covid 19 ini tetap berjalan.

Sekurangnya social and phisical distancing serta pemakaian masker tetap beelangsung. Pun termasuk strategi penyebaran bantuan lainnya.

Siang menghadiri rapat, sore tetap rapat, usai berbuka kembali rapat hingga tengah malam. Kalau tidak ada agenda rapat, harus turun ke sudut sudut kampung memantau pergerakan dan memastikan protokol penanganan Covid 19 tetap berlangsung.

Saya, kemudian semakin memahami bahwa petugas yang menangani penyebaran wabah ini, tidaklah ringan. Itu setelah saya mendengar langsung testimoni dari seorang teman ini. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama