Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Wali Kota Tasikmalaya Tetap Akan Menutup Terminal Bus Indihiang

Terminal bus Indihiang
TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Meskipun angkutan umum massal untuk kepentingan bisnis mulai dibolehkan beroperasi oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Perhubungan, namun ternyata Wali Kota Tasikmalaya  tetap akan menutup terminal bus type A Indihiang menjelang lebaran. Alasannya, selama ini tren kasus covid -19 di Kota Tasikmalaya  kebanyakan  kasus bawaan atau yang terpapar dari daerah lain.

Untuk itu ujar Budi, pihaknya menegaskan bahwa akan tetap menutup terminal tipe A Indihiang agar tidak ada aktivitas angkutan khususnya angkutan penumpang baik AKP maupun AKDP yang keluar dan masuk Kota Tasikmalaya.

"Terminal tetap kita tutup, jangan ada aktivitas angkutan orang termasuk saat musim mudik karena mudik terap dilarang," tegas Budi, kemarin.

Wali Kota juga akan mengevaluasi secara penerapan PSBB secara global, yaitu mulai dari pelanggaran, hingga efektifitas di lapangan. Karena menurut laporan kebanyakan  pelanggaran dari pos penjagaan itu banyak yang tidak menggunakan masker.

Evaluasi selanjutnya yaitu bagi pengguna motor yang berboncengan, yang sebelumnya tidak boleh kini diperbolehkan, selama masih satu alamat pada KTP.

"Sekarang ada kebijakan, suami bersama istri atau anak selama alamat  di KTP sama itu boleh. Kalau tidak sama, harus turun salah satu,” demikian tegas Budi. (H. Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama