Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ketua KPK, Firli : Keserakahan Jadi Biang Korupsi Di Indonesia


JAKARTA  (wartamerdeka.info) - Keserakahan, kesempatan, kebutuhan dan hukuman yang rendah menjadi biang korupsi selama ini di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri di Jakarta, Jumat (10/07/2020).

"Sebagaimana yang pernah sering saya sampaikan di berbagai kesempatan bahwa korupsi terjadi karena banyak faktor," ujarnya.

Firli menambahkan, korupsi juga turut dipengaruhi oleh kekuasaan, adanya kesempatan serta minimnya integritas.

Korupsi juga, kata dia, tidak terlepas dari sistem sebagai penyebabnya. Inilah yang disebut korupsi karena sistem, termasuk akibat adanya dinasti politik.

"Untuk itu banyak hal bidang yang perlu dibenahi," ternanya.

Pembenahan tersebut, sambung dia, misalnya pada sistem ekonomi, sistem tata niaga, sistem pelayananan publik, sistem pengadaan barang dan jasa, sistem perijinan, sistem rekruitmen dan sistem import export.

"Termasuk juga sistem politik dan sistem Pilkada langsung perlu menjadi pengkajian kita semua," pungkasnya. (Aris)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama