Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ketua MPR Apresiasi Penemuan Obat Anti Covid-19 Hasil Kerja Sama UNAIR, BIN Dan TNI AD

Ketua MPR Bambang Soesatyo

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Obat anti Covid-19 hasil kerja sama UNAIR, Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI AD telah melalui proses uji klinis di tahap akhir dan tinggal menunggu izin edar dari BPOM.

Atas hal itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan mengapresiasi dan mendukung upaya penemuan obat anti Covid-19 tersebut.

Dia berharap penuh agar langkah yang dilakukan UNAIR, BIN dan TNI AD dalam proses penemuan obat anti Covid-19 mendapat respon baik dari BPOM dengan segera memproses izin edar untuk obat anti Covid-19 tersebut.

Bamsoet juga mendorong BIN bersama TNI AD segera menyerahkan uji klinis tahap ketiga obat penawar Covid-19 tersebut kepada BPOM dalam rangka memenuhi persyaratan untuk percepatan izin edar, mengingat obat anti Covid-19 tersebut diklaim memiliki kemampuan 98 persen untuk penyembuhan pasien positif Covid-19.

Bamsoet juga mengimbau kepada semua pihak memberikan dukungan agar obat kombinasi Covid-19 temuan tim gabungan Unair-BIN yang bekerja sama dengan TNI AD bisa segera mendapat izin untuk diedarkan ke publik, dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan harapan sembuh dan menekan angka kematian pasien positif Covid-19 di Tanah Air.

Diberitakan sebelumnya, TNI AD dan Badan Intelijen Negara (BIN) menggandeng Universitas Airlangga untuk membuat obat anti-Covid-19. Uji klinis obat hasil kombinasi itu melewati proses panjang dan tinggal menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih menyerahkan laporan hasil uji klinis tahap III kombinasi obat anticovid-19.

Laporan itu diserahkan Nasih kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol Bambang Sunarwibowo di Mabes TNI AD, Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Jenderal Andika, yang juga Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ini mengatakan, dia telah melaporkan rencana penyerahan laporan uji klinis anticovid-19 tersebut kepada Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir.

Dia mengatakan Erick mendukung proses produksi dari obat tersebut. 

Rencananya Andika akan melakukan pertemuan dengan Kepala BPOM pada Rabu pekan depan dalam rangka mempercepat memperoleh izin edar terhadap obat tersebut. (Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama