Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

22 Pelanggar Prokes Di Tambora Diberi Sanksi sosial Bersihkan Fasilitas Umum


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Petugas gabungan dari unsur tiga pilar Tambora Jakarta Barat menjaring 26 orang yang melanggar protokol kesehatan. Mereka terjaring dalam operasi yustisi yang dilakukan di tiga tempat di wilayah Tambora Jakarta Barat, Sabtu (14/11/2020).

Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol M Faruk Rozi mengatakan, hasil razia hari ini masih ada warga yang tidak memakai masker. Bagi yang kedapatan tidak memakai masker dikenakan sanksi sosial, sanksi administrasi hingga sita KTP.

"Hari ini dengan hasil yang didapat sebanyak 26 pelanggar. 22 pelanggar dikenakan sanksi sosial membersihkan fasilitas umum sedangkan 4 pelanggar dikenakan sanksi administrasi dengan total Rp 350 ribu," ujar Kompol Faruk.

Menurut dia, pihaknya masih akan gencar melakukan razia penegakan protokol kesehatan di seluruh wilayah Tambora 

"Kita berharap razia yang dilakukan petugas gabungan ini nantinya bisa mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker saat beraktivitas di luar rumah," ucapnya.

Melihat hal tersebut, maka perlu adanya kesadaran semua pihak agar menaati protokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker saat ke luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak bila berkumpul dengan orang lain. 

"Itu semua harus dilakukan terus menerus sebab virus tidak kelihatan. Selain itu, masih ada sebagian kecil orang yang belum percaya adanya COVID-19," imbuhnya.

(Humas Polres Metro Jakarta Barat)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama