Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kado Istimewa Di Hari Guru, Pemkab Purwakarta Bakal Rekrut Honorer Jadi PPPK


PURWAKARTA  (wartamerdeka.info) - Sebagai kado istimewa di hari Guru, Pemerintah Kabupaten Purwakarta bakal merekrut tenaga pendidik atau guru berstatus honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal ini diungkapkan Bupati Purwakarta Hj Anne Ratna Mustika SE melalui Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kab.Purwakarta, Asep Supriatna yang mengatakan, pihaknya tengah mendata kebutuhan guru yang mendaftar menjadi pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan sejumlah persyaratan yang telah ditentukan.

"Nanti yang boleh ikut bukan hanya guru honorer, guru GTT, dan guru bantu saja, tapi lulusan pendidikan yang belum pernah mengajar pun berkesempatan ikuti seleksi ini," kata Kepala BKPSDM, di Pendopo Pemkab. Purwakarta, Rabu (25/11/2020)

Asep Supriatna juga menjelaskan, BKPSDM akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Purwakarta untuk masalah ini, karena menurut informasi dari Disdik Purwakarta, saat ini Purwakarta kekurangan banyak tenaga guru yang mencapai 2.500 orang.

"Adapun untuk mekanismenya, kita masih menunggu juklak dan juknis dari Pusat, mengenai kuota penerimaan guru PPPK, Pemkab.Purwakarta bakal mengajukan semaksimal mungkin, sesuai kuota guru PPPK yang diberikan pusat," jelas Asep.

Tak kalah penting, Asep berpesan kepada semua guru honorer dan calon peserta rekrutmen untuk tidak percaya pada oknum siapapun yang mengaku bisa meloloskannya di seleksi tersebut.(A.Budiman)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama