Breaking News

Sebuah kapal IRGC di lepas pantai Bandar Abbas, Iran [File: Nazanin Tabatabaee/WANA via Reuters]
Profesor AS menggugat universitas atas penangkapan selama protes pro-Palestina
Barbara Slavin: Trump menutupi rasa malu dengan memperpanjang gencetan senjata

// Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. //

Pencarian Korban Longsor Tambang Emas Ilegal Di Sungai Seribu Dihentikan

Korban Diketahui Berjumlah 10 Orang Asal Tasikmalaya


KOBAR (wartamerdeka.info) - Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah, beserta tim Basarnas mengadakan jumpa pers untuk menyampaikan penghentian pencarian korban longsor tambang emas ilegal di Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut,  Kecamatan Arut Utara,  Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar),  Kalimantan Tengah.

Pasalnya tim gabungan menyerah untuk mengevakuasi tujuh korban longsor tambang emas ilegal di Sungai Seribu tersebut. Hingga hari keenam pascakejadian longsor, ketujuh penambang emas liar asal Tasikmalya, Jabar itu belum kunjung ditemukan.

Pencarian ketujuh korban yang tertimbun dalam lubang tambang dengan kedalaman sekitar 65 meter dari permukaan tanah itu diputuskan dihentikan pencariannya, pada hari Rabu (25/11/2020)  oleh Bupati Kobar dan Tim Gabungan di Aula pemerintah Kab. Kobar. 

Seperti diketahui, longsor tambang emas itu terjadi pada Kamis, 19 November 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ada 10 penambang emas ilegal yang tertimbun namun baru tiga orang yang berhasil dievakuasi dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Pemerintah Kecamatan Arut Utara bersama tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan. Namun untuk proses evakuasi dengan masuk kembali ke dalam lubang galian sudah tidak dilakukan.

Berikut nama nama korban yang berhasil dievakuasi: 

1.  Yuda (24) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

2.  Rana Solihat (21) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

3.  Nurhidayat (26) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

Ketiga korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat 20 November 2020 dan sudah dimakamkan di Pangkalan Bun.

Daftar 7 Penambang emas yang belum ditemukan: 

1.  Tatan (30) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

2.  Muharom (22) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

3.  Reza (20) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

4.  Susan  (25) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

5.  Bayu (25) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

6.  Dian (26) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

7.  Mukadir (47) warga Kecamatan Salopa  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 

(and)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama