Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

BI Akui Sinergi Pemprov Sulsel Genjot Pertumbuhan Ekonomi Secara Nasional


MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiaso, mengakui, sinergitas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berhasil menggenjot pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional dan juga memberikan kontribusi besar untuk ekonomi nasional. 

"Provinsi yang cukup jauh dari ibu kota, tapi Sulsel selalu tercatat sebagai provinsi yang memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Itu merupakan kerjasama dan sinergi yang dibangun oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah selama ini," kata Bambang Kusmiaso, pada acara Pengukuhan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, Selasa, 1 Desember 2020. 

Menurut Bambang, penyumbang ekonomi tertinggi di masa pandemi Covid-19 di Sulsel adalah sektor informasi dan komunikasi, dalam hal ini penggunaan internet. "Pertumbuhan ekonomi terbesar di Sulsel disumbang dari sektor informasi dan komunikasi sebesar 12 persen," bebernya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, mengaku, semua transaksi sudah bisa dilakukan secara digital melalui aplikasi QRIS melalui mobile banking Bank Sulselbar dan beberapa bank lainnya. 

"Sekarang ini dunia dalam genggaman, ini kita sudah masuk dalam era digitalisasi. Semua sudah bisa dibayar melalui aplikasi mobile banking dan ini bisa mengurangi kontak langsung antara penjual dengan pembeli," ujarnya. (Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama