TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Latihan Air Refueling Di Langit Sulawesi


MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Dua skadron udara di bawah jajaran Komando Operasi Udara (Koopsau) II, menggelar latihan pengisian bahan bakar di udara (air refueling) menggunakan empat pesawat Sukhoi 30 dari Skadron Udara 11 dan satu pesawat Lockheed Martin KC-130 Skadron Udara 32 di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/12/2020).

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI H. Haris Haryanto, S.I.P. menjelaskan  bahwa latihan tersebut merupakan latihan rutin yang diselenggarakan TNI AU dengan tujuan meningkatkan keterampilan para penerbang mengoperasikan pesawat yang diawakinya. “Dalam latihan kali ini, dua tipe pesawat yang dilibatkan yaitu pesawat Sukhoi 30 MK2  dan pesawat "tanker" KC-130 BT,” ujarnya.

Pesawat tanker tersebut, kata Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, memiliki spesifikasi sebagai pesawat yang bertugas melaksanakan operasi pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat tempur di jajaran TNI AU, termasuk Sukhoi 30 MK2 dari Skadron Udara 11.

Komandan Skadron Udara 11, Letkol Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana yang merupakan Alumnus AAU 2002 juga menyampaikan bahwa Air Refueling sangat diperlukan untuk meningkatkan Combat Radius dan daya jelajah dalam melaksanakan operasi udara. 

“Latihan ini sangat penting, mengingat Wilayah Udara Yuridiksi Nasional yang begitu luas sehingga dibutuhkan kemampuan tersebut untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara dari segala macam ancaman baik serangan udara musuh maupun pelanggaran-pelanggaran udara lainnya,” jelasnya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama