Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


Dai Muda Makassar Kritik Danny Pomanto Ikuti Acara Pelepasan Bala Di Sungai Jeneberang: Itu Mendekati Musyrik

Tolong jangan hanya karena ingin meraup suara demi Pilwalkot Makassar, tapi malah mengorbankan akidah.


Dai muda milenial, Ustadz Azhar Tamanggong

MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Dai muda milenial, Ustadz Azhar Tamanggong menyayangkan keikutsertaan Calon Wali Kota Makassar nomor urut 1, Danny Pomanto (DP), dalam acara pelepasan bala atau doa tolak bala di Sungai Jeneberang, Rabu (2/12) lalu. Sebagai seorang muslim, harusnya DP tahu dan paham bahwa acara tolak bala yang tidak sesuai syariat, dan tidak dibenarkan dalam agama Islam. 

Menurut dai kondang Makassar ini, kehadiran DP mengikuti acara tolak bala patut membuat warga Makassar, khususnya umat Islam berpikir ulang terkait pilihannya pada Pilwalkot Makassar 2020. Tentunya muslim di Makassar menginginkan pemimpin yang tidak hanya peduli terkait bidang keagamaan, tapi juga paham agamanya dan patut dicontoh.

"Kehadiran pak DP pada acara doa pelepasan bala di Sungai Jeneberang sangat disayangkan. Entah beliau tahu atau tidak bahwa itu tidak dibenarkan dalam Islam. Yang dilakukannya itu mendekati musyrik," kata Azhar, Jumat malam (4/12/2020).

"Tolong jangan hanya karena ingin meraup suara demi Pilwalkot Makassar, tapi malah mengorbankan akidah. Ini berlaku untuk semua paslon, tolong jadilah teladan," sambung Azhar dengan nada kecewa. 

Menurutnya, apapun alasan DP mengikuti doa pelepasan bala itu tidak dibenarkan, menurut ajaran agama Islam. Kalau pun mendapatkan undangan dan isi acaranya bertentangan dengan ajaran agama, maka tidak mengapa ditolak dengan baik-baik. Ia yakin pihak pengundang akan memaklumi bila mendapatkan penjelasan komprehensif.

"Entah itu alasannya agar Kota Makassar aman dan nyaman ataupun untuk memenangkan kandidat, ya tidak dibenarkan itu ritual pelepasan bala, tolak bala atau apapun namanya dilakukan dengan ritual di pinggir sungai," ucap dia.

Dia menjelaskan acara pelepasan bala maupun tolak bala dilarang jika menyimpang dari ajaran Islam. Dalam Islam, umat hanya meminta pertolongan dan doa tolak bala hanya kepada Allah SWT. Tidak ada yang lain yang patut disembah dan dimintai pertolongan selain Allah swt bagi seorang muslim.

"Mohon maaf bila saya agak keras soal ini, tapi ini harus disuarakan agar tak ada lagi yang keliru dan terjerumus. Doa tolak bala itu ada dalam Islam, tapi caranya jelas. Ingat doa adalah bagian dari ibadah," ujarnya.

"DP perlu mencontohkan perilaku toleransi untuk meraup dukungan tanpa harus membahayakan akidahnya," pungkasnya.

Seperti diketahui, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menghadiri acara Pelepasan Bala di Sungai Jenneberang, Kecamatan Tamalate, pada Rabu, (2/12/2020).

Acara ini diselenggarakan oleh Gerakan Masyarakat Sanata Dharma Nusantara (Gema Sadhana).

Pada kesempatan tersebut, Danny Pomanto mengungkapkan rasa terimah kasih dan penghargaan yang luar biasa, karena diundang oleh Himpunan Gema Sadhana pada acara pelepasan bala di sungai Jenneberang tersebut.

“Insya Allah dengan pelepasan bala ini daerah kita ini selalu aman dan nyaman untuk semua. Apalagi sebentar lagi kita akan melakukan pesta demokrasi yaitu Pilkada serentak 2020 jadi janganki lupa ke TPS. Maka dari itu izinkan saya memohon doata semua semoga kedepan sukses dan lancar,” ungkap Danny Pomanto. (A)

Posting Komentar untuk "Dai Muda Makassar Kritik Danny Pomanto Ikuti Acara Pelepasan Bala Di Sungai Jeneberang: Itu Mendekati Musyrik"