// Serangan AS-Israel menghantam infrastruktur penting, kelompok garis keras menuntut penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. // Sakamoto Kaori dari Jepang meraih gelar juara seluncur es kejuaraan dunia di Praha, Republik Ceko, pada hari Jumat. // Israel bersumpah tidak akan menghentikan serangan meskipun ada upaya untuk mengakhiri perang. // ASEAN tetap berlangsung pada Mei, tetapi dipersingkat menjadi program 'minimalis' karena konflik Timur Tengah // Teheran menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri pertempuran karena dianggap tidak adil. //

Trulli
Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal ke Israel ketika perang dengan Iran meningkat. Pemberontak mengatakan mereka menembakkan rentetan rudal balistik yang menargetkan ‘situs sensitif militer Israel’ di Israel selatan.

Beritanya..

Houthi Yaman Janji Lakukan Serangan ke Istrael


Kelompok Yaman berjanji akan melakukan lebih banyak serangan terhadap Israel, seiring meningkatnya kekhawatiran konflik yang memburuk akan lepas kendali.

Lanjut...

23 Januari, Hari Kemerdekaan Gorontalo Dari Penjajah Belanda, Bupati Nelson: Semangat Patriotiknya Jadi Inspirasi Pembangunan


LIMBOTO (wartamerdeka.info) - Tanggal  23 Januari menjadi hari paling bersejarah bagi Gorontalo. Tepat di hari ini diperingati sebagai hari kemerdekaan Gorontalo dari penjajah Belanda. 

Tanggal 23 Januari juga menjadi tonggak awal perjuangan pembentukan Provinsi Gorontalo, di mana tahun 2000 lalu dipilih jadi hari deklarasi pembentukanknta Harus Yerys  provinsi. 

“Jadi semangat (patriotik) itu yang selalu kita ambil dalam rangka mendorong kemajuan Gorontalo, termasuk melahirkan Gorontalo jadi provinsi,” ujar Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.

Semangat patriotik ini, lanjut Nelson, harusnya menjadi inspirasi dalam mengisi pembangunan di Gorontalo. Pasalnya saat ini Gorontalo masih memiliki berbagai problem yang belum tuntas, masalah kemiskinan contohnya. 

Di Kabupaten Gorontalo, meski dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup drastis nyaris 5 persen, namun masih ada sekitar 16 persen warga yang dalam kategori miskin. 

Belum lagi masalah pendidikan. Jika bercermin di Kabupaten Gorontalo 65 persen lulusan SD. Warga yang tak menuntaskan wajib belajar 12 tahun ini didorong melalui pendidikan Non Formal, paket A,B C. Dan tidak sekedar pendidikan saja, tapi pemerintah juga mendorong kompetensinya. Tak hanya itu, sekelumit problem lain menjadi tantangan ke depan. 

Karena itulah, Nelson yang juga deklarator pembentukan provinsi Gorontalo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat patriotik sebagai inspirasi dalam pembangunan.

“Terinspirasi 23 Januari itu, pak Nani Wartabone tidak bergerak sendiri, tetapi juga berkat dukungan tim 11.  Tim 11 ini menunjukkan bahwa perjuangan itu harus ada kebersamaan, perjuangan itu harus dilakukan secara bersatu. Nah mengisi (pembangunan) Gorontalo kita harus bersatu semua baik rakyat. Di Gorontalo maupun di luar Gorontalo. Baik pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” terangnya.

“Artinya menunjukkan bahwa kebersamaan utama mengisi ini. Kalau jalan sendiri-sendiri tidak bisa,” pungkas Nelson.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama