TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

DPO Kejati NTT Dewi SE, Diamankan Tim Tabur Kejaksaan Di Sidoarjo

Tersangka korupsi Dewi SE, tertangkap Tim Tabur.

JAKARTA  (wartamerdeka.info) - Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur berhasil mengamankan tersangka tindak pidana korupsi bernama Dewi Susiana  Effendy.

Penangkapan Dewi tersebut menurut Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer, SH, MH, kepada awak media di Kejagung, Selasa (19/1/2021), di Jalan Valencia AA 6 nomor 18 Gedangan Kota Sidoarjo Jawa Timur. 

Tersangka merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur, dengan  identitas,

Nama Lengkap : Dewi Susiana Effendy.

Tempat Lahir : Surabaya

Tanggal Lahir : 27 Maret 1975.

Jenis Kelamin : Perempuan

Kewarganegaraan : Indonesia

Tempat Tinggal : PSJ, Taman Vancouver J7 No. 33 RT 002 RW 009 kel. Ketajen Kec. Gedangan 

Agama : Kristen 

Pekerjaan : Wiraswasta

Bahwa penyidikan dugaan tindak pidana korupsi atas nama Dewi berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Print-01/N3/Fd1/01/2020 tanggal 16 Januari 2020 dan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur Nomor Print-02/N.3/Fd.1/06/2020 tanggal 8 Juni 2020, dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja pada Bank NTT Kantor Cabang Surabaya yang berdasarkan penghitungan oleh BPKP mengakibatkan kerugiaan Negara sebesar Rp. 128.000.000.000 (seratus dua puluh delapan miliar rupiah).

Kejaksaan Agung untuk tahun 2021 telah berhasil mengamankan 16 (enam belas) orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan. 

Melalui program Tabur (Tangkap Buron) Kejaksaan, kami menghimbau kembali kepada seluruh dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (dm).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama