TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik, Upaya Kodim Sintang Bantu Ekonomi Petani


SINTANG (wartamerdeka.info) - Sebagai upaya untuk membantu mengatasi ekonomi petani di masa pandemi. Kodim 1205/Sintang menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik kepada perwakilan Babinsa jajaran Kodim Sintang, yang dilaksanakan di Eks lapangan terbang Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Perlu diketahui, dalam kegiatan tersebut Kodim 1205/Stg menggandeng Dinak Pertanian Kab. Sintang. Sedang pemateri pembuatan pupuk organik dari tim Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian Sintang ibu Rusriwati dan bapak Rismanto.

Penyuluhan pembuatan pupuk organik dilaksanakan mengingat harga pupuk sangat tinggi dipasaran, sehingga banyaknya masyarakat tidak mampu untuk membeli dan hanya menanam sebagian dari lahan yang dimiliki.

Demikian disampaikan Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, di Makodim 1205/Sintang, Jalan Ksatria, Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, llpada Sabtu (16/1) kemarin.

Dikatakan juga, bahwa bahan - bahan pembuatan pupuk organik tersebut diantaranya POC (pupuk organik cair), eco emzyme, biochar dan pestisida nabati.

"Keempat pupuk tersebut adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami, seperti arang, serabut kelapa, air kelapa, dedaunan, em4 (bakteri baik buat pertumbuhan tanaman), dan tebu. Prosesnya di fermentasi setelah 1 minggu baru bisa kita gunakan," jelas Dandim.

Lanjutnya mengatakan, pupuk ini bisa kita gunakan pada tanaman dan tumbuhan padi, sayuran - sayuran dan tumbuhan lainnya. Hal ini adalah suatu yang bisa menguntungkan bagi petani dengan biaya yang sangat murah meriah.

Dandim juga memberikan motivasi kepada para Babinsa untuk mengajak masyarakat memanfaatkan alam sekitar. Berikan ilmu yang telah dikuasai supaya bermanfaat bagi orang banyak, bahan dari pada pupuk ini dapat kita temukan di sekeliling kita  dan kita tidak perlu mengeluarkan biaya banyak.

"Manfaatkan serta serap betul - betul ilmu yang didapat dari penyuluhan hari ini," pungkas Dandim. (Pendam XII/Tpr)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama