TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Wali Kota Bekasi Imbau Warga Tidak Menolak Vaksin

BEKASI (wartamerdeka.info) - Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi imbau warganya untuk tidak menolak disuntik vaksin Covid-19. 

"Tidak ada penerapan sanksi, persuasif harus, untuk kesehatan diri dan orang lain," kata Rahmat.

Namun demikian, walau tak ada sanksi, ia mengimbau warga Kota Bekasi untuk bersedia disuntik vaksin. 

Ia juga mengucapkan syukur setelah dirinya menerima Vaksinasi,  dirinya merasa lebih baik dan sehat.

"Saya bersyukur dan Forkopimda telah mendapatkan vaksin. Hasilnya baik dan sehat," jelas Wali Kota.

"Vaksinasi sebagai penguat imun kita untuk menangkal COVID dan upaya dalam melawan. Jadi ini merupakan perjuangan bersama, mari bergotong-royong untuk sama-sama lawan COVID -19," jelas Wali Kota Bekasi.

Saat ini Pemkot menunggu kiriman vaksin tahap dua dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam program vaksinasi Covid-19, tenaga kesehatan menjadi prioritas utama.

"Diutamakan bagi tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan yang paling rentan terkena Covid-19. Maka dari itu, dalam empat tahap pembagian vaksin, tenaga kesehatan ditempatkan pada tahap pertama," kata Wali Kota Bekasi.

Ia juga berpesan kepada warga masyarakat Kota Bekasi untuk selalu mematuhi protokol kesehatan 4 M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dan Menghindari kerumunan) dalam menekan penyebaran Covid-19. (Tyo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama