TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Meski Dibayangi Pandemi, Rangking MCP Barru Tetap Naik

BARRU (wartamerdeka.info) -  Kendati dibayangi hambatan Pandemi Covid-19 namun akhirnya capaian Monitoring Center of Prevention (MCP) Pemda Barru 2020, diketahui. MCP berisikan perimeter terukur dari KPK RI, yang diuji dan dibuktikan oleh Pemerintah Daerah secara administrasi.

Sekda Barru, Dr. Ir. Abustan M.Si, memaparkan hasil evaluasi atas MCP ini dihadapan Wakil Bupati Barru Kompol Purnawirawan Aska Mappe SH, dan segenap pejabat terkait. Rapat kordinasi rencana aksi program pencegahan korupsi dan evaluasi capaian MCP Pemkab Barru Tahun 2020, dilangsungkan Selasa  (23/3/2021).

"Alhamdulillah, meski dihambat refocusing anggaran dan dibatasi pandemi, namun kesimpulan akhir kita dalam MCP 2020 kemarin, naik level, atau satu tingkat lebih tinggi dari tahun lalu ke level 13," sebut Sekda Barru yang kemudian memaparkan item dan poin yang diraih sebagai bahan evaluasi.

Ia dengan detail menjabarkan slide penilaian dan sesekali melakukan pencermatan pada poin kunci yang memerlukan perhatian dan penekanan.

Terungkap, bahwa meningkatnya peringkat penilaian di 2020, karena kualitas dokumen yang mencapai nilai rata-rata 90%, yang dapat diartikan peningkatan keseriusan pemda menatakelola administrasi. 

Hal ini, sebagai kemajuan, meskipun hampir semua sektor yang jadi indikator penilaian di 2020, relatif terdampak oleh Kejadian Luar Biasa, Pandemi Covid-19.

Dari 8 Indikator MCP, 3 bidang yakni pelayanan  perijinan terpadu satu pintu atau perizinan, bersama item manajemen ASN serta perencanaan dan penganggaran APBD mendapatkan point tertinggi, diatas 80%.

Sedangkan, Manajemen Aset Daerah, dan Tata Kelola Desa berada di hitungan yang masih dapat dimaksimalkan. Adapun, mengenai indikator Aparatur Pengawas Internal Pemerintah, Pengadaan Barang dan Jasa, serta Optimalisasi pajak daerah masih membutuhkan perhatian.

Rapat yang dihadiri oleh Wakil Bupati Barru Kompol Purnawirawan Aska Mappe, SH, Plt Inspektur Abdul Rahim, S.IP, M.Si serta beberapa pejabat terkait lainnya termasuk pegawai yang menjadi admin MCP.

(Hms/SM)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama