Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Heri Koswara: PKS Bisa Berkoalisi Dengan Siapapun

KOTA BEKASI (wartamerdeka.info) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih belum berterus terang soal koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pilkada Kota Bekasi pada 2024 mendatang.

Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara menyebut kalau koalisi dengan PDI Perjuangan baru ditingkat legislatif seperti pemilihan alat kelengkapan dewan (AKD).

"Koalisi kita dengan PDI Perjuangan sudah dilaksanakan koalisi dalam konteks pemilihan AKD di legislatif. Kita kemarin dengan PDI Perjuangan, PKS, Gerindra, PAN dan Demokrat," kata dia saat menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Ifthor Jama'i (buka puasa) bersama awak media di Kantor DPD PKS Kota Bekasi, Kamis (29/4/2021).

Ia pun bersyukur, di bawah Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, Darajat Kardono, PKS berhasil mendapatkan dua pimpinan yakni Ketua Komisi IV dan Badan Kehormatan (BK). Kemudian di Sekretaris dan Wakil.

"AKD itu bagian dari proses komunikasi yang kita dapatkan. Dalam politik itu sah-sah saja," kata Herkos biasa disapa.

Kendati begitu, menurut dia, dalam konteks politik, PKS bisa berkoalisi dengan siapa pun selagi ada komunikasi yang baik. 

Pihaknya juga tidak ingin mengulangi sejarah di tahun 2004 silam. PKS sebagai pemenang namun tidak mendapatkan apa-apa di AKD.

"Ini menjadi pelajaran bagi kita. Berarti kita lemah dari sisi komunikasi saat itu. Karena kunci dalam politik itu adalah komunikasi," kata Herkos. 

Untuk diketahui, isu koalisi PKS dan PDI Perjuangan tengah berkembang di masyarakat. Kabarnya, Heri Koswara bakal disandingkan dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tri Ardhianto (saat ini) menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi.

Sementara, PKS menguasai parlemen meraih 12 kursi, meski sama dengan PDI Perjuangan yang juga mendapat 12 kursi. Artinya, bisa sangat mungkin terjadi koalisi PKS dan PDI Perjuangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...