TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pengangkatan Plt. Kadis Pendidikan Lamongan Terus Menuai Kritik

PENGANGKATAN pejabat pelaksana teknis (Plt) kepala dinas pendidikan pemkab Lamongan, yang diambilkan dari pejabat assisten 1 terus menuai perbincangan. Pasalnya, meski baru Plt, seharusnya bupati tidak boleh gegabah. 

Pengangkatan Plt. Kepala dinas pendidikan yang bukan berlatar belakang orang pendidikan sehingga tidak memiliki pengalaman empiris adalah kebijakan kurang tepat. 

Pejabat kepala dinas  Pendidikan haruslah memiliki kompetensi teknis bidang pendidikan. Kompetensi ini mengisyaratkan bahwa kepala dinas pendidikan harus memiliki latar belakang pendidikan.

Sedangkan, pejabat Plt. Kadis pendidikan kabupaten Lamongan ini, tidak memiliki pengalaman empiris apalagi kompetensi teknis dibidang pendidikan. Toh, masih seabreg sosok yang tepat dan memiliki latar belakang pendidikan cukup sehingga kompetensi juga sangat mendukung, kenapa tidak menjadi pertimbangan?

The right man, on the right place, tampaknya sudah tidak berlaku. Wajar jika kemudian, di berbagai forum, termasuk forum ngopi di sejumlah kedai (warung) selalu menjadi tema menarik untuk diperbincangkan. 

Memperbincangkan soal kualitas  pendidikan di kabupaten Lamongan belum tuntas, malah ditambah dengan tema baru, hadirnya pejabat Plt. Kepala dinasnya. Jelasnya akan semakin menarik perhatian banyak kalangan. 

Nabi SAW, bersabda; “Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” (HR Bukhari). Apakah ini pertanda dunia pendidikan di Lamongan akan mundur, atau bahkan lebih dari itu? Semoga yang terakhir ini tidak terjadi. Tidakkah begitu!? (Masykar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama