Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tenaga Pendidik Dan Nakes Prioritas, 91.354 Warga Kab Bekasi Sudah Divaksin COVID-19

KAB BEKASI (wartamerdeka.info) - Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat menyatakan sebanyak 91.354 warga di daerah itu sudah disuntik vaksin COVID-19 dosis pertama sejak pelaksanaan vaksinasi massal dimulai.

"Terus kita kebut, sesuai program pemerintah pusat terkait akselerasi, percepatan vaksinasi COVID-19," kata Wakil Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Bekasi Masrikoh di Cikarang, Sabtu (24/4/2021)

Dia menjelaskan, 91.354 warga yang telah menerima suntik vaksin dosis pertama itu terdiri atas 11. 013 tenaga kesehatan (nakes), 10.079 lanjut usia, serta 70.262 petugas pelayan publik.

"Termasuk tenaga pendidik yang menjadi salah satu prioritas kami guna mendukung rencana pemerintah daerah menerapkan sekolah tatap muka awal tahun ajaran baru nanti, sudah hampir 90 persen," katanya.

Pihaknya menargetkan sebanyak 336.377 warga Kabupaten Bekasi menerima vaksin COVID-19 di tahap kedua, sesuai target sasaran vaksinasi yakni 187.252 lansia serta 149.125 pelayan publik.

"Saat ini kami tengah fokus pada pelaksanaan vaksinasi dosis kedua di total 115 fasilitas kesehatan yang telah terdaftar," katanya.

Masrikoh menyebut sebanyak 52.475 warganya sudah menerima vaksinasi dosis kedua, terdiri atas 9.570 tenaga kesehatan, 3.121 lansia, serta 39.784 petugas pelayan publik.

Selain jumlah itu, Masrikoh juga mencatat sebanyak 555 tenaga kesehatan dinyatakan tunda pada dosis pertama dan 48 katagori tunda dosis keduanya.

Katagori yang sama juga terjadi di warga lansia dengan jumlah sebanyak 362 saat pemberian vaksin dosis pertama dan enam lansia dinyatakan tunda saat dosis kedua.

Sementara untuk petugas publik sebanyak 1.783 orang masuk katagori tunda saat pemberian vaksin dosis pertama dan 94 orang saat dosis keduanya.

"Mereka yang masuk katagori tunda dapat menyusul dengan mendaftar ulang dengan catatan lulus skrining (pemeriksaan kesehatan). Jadi bergantung pada kondisi kesehatannya," kata dia. (An/Tyo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama