TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Arus Mudik Jalur Selatan Sudah Mulai Padat Merayap

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Arus mudik Lebaran yang melewati jalur selatan melalui jalur Gentong Kabupaten Tasikmalaya  mulai malam Minggu hingga Minggu pagi benar benar membeludak. Bahkan menurut pantauan Warta Merdeka sampai Senin dini hari masih padat merayap.

Ribuan kendaraan R4 didominasi oleh Bus dan Kendaraan Pribadi yang berplat nomor luar kota, juga nampak para pemotor yang rata rata berboncengan memenuhi bahu jalan  sekedar istirahat menghilangkan rasa penat karena perjalanan.

Yudi (48) asal Jawa Tengah pada Lebaran  tahun 2020 tidak pulang, kini dia mensiasati untuk pulang lebih awal karena menghindari pemberlakuan larangan mudik.

"Namun jika saya di jalan kena larangan mudik, saya akan pasrah, dan balik lagi ke perantauan. Namun saya akan meminta petugas untuk menelpon Istri saya biar petugas yang menjelaskannya, supaya keluarga di rumah percaya," kata Yudi.

Memang arus mudik telah terjadi jauh jauh hari, saat pemerintah mulai mewacanakan tanggal 6 -- 17 Mei ada larangan mudik. Ini bisa dilihat juga di pusat  pembelanjaan di Kota Tasikmalaya mulai Minggu pagi 2/5 sudah berjubel. Bahkan masih banyak pengunjung pusat perbelanjaan yang tidak mengindahkan prokes.(H.Adam).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama