Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Maroko Kirim Bantuan Kemanusiaan Bagi Rakyat Palestina

RABAT (wartamerdeka.info) – Pemimpin Kerajaan Maroko, Yang Mulia Raja Mohammed VI, telah mengeluarkan perintah untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi kepentingan penduduk Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. 

Bantuan kemanusiaan seberat 40 ton ini terdiri dari sembako, obat-obatan darurat, dan selimut. Bantuan kemanusiaan akan diterbangkan dengan menggunakan pesawat dari Angkatan Bersenjata Kerajaan Maroko.

Keputusan Raja Mohammed VI, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Al-Quds, adalah bagian dari dukungan berkelanjutan Kerajaan untuk perjuangan Palestina yang adil. 

Hal tersebut juga sebagai bentuk dari rasa solidaritas rakyat Maroko yang permanen berdasarkan hubungan persaudaraan yang kuat dengan rakyat Palestina.

Raja Mohammed VI

Kerajaan Maroko telah mengecam keras segala bentuk kekerasan Israel yang dilakukan di wilayah Palestina yang diduduki, yang dampaknya mengarah pada tingginya kesenjangan sosial dan hubungan persahabatan, memperkuat rasa kebencian, dan mengurangi potensi kemungkinan perdamaian di wilayah tersebut.

Kerajaan Maroko, yang menempatkan perjuangan Palestina sebagai masalah yang menjadi perhatian utamanya, tetap setia pada komitmennya untuk mengupayakan pencapaian solusi dua negara, hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan. 

Solusi dua negara tersebut perlu ditempuh melalui pembentukan negara Palestina di dalam wilayah dengan batas-batas sesuai kesepakatan pada 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya. (Persisma/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama