// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Drs H Kamil Ruddin MSi Pimpin DPRD Kabupaten Barru Sidak RSUD Barru

BARRU (wartamerdeka.info) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dipimpin Wakil Ketua DPRD Barru Drs. H. Kamil Ruddin, M. Si  melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak)  di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Barru, jalan Lasawedi Kelurahan Coppo kecamatan Barru, Rabu (16/6/2021).

Sidak dilakukan terkait dengan laporan  masyarakat terkait pelayanan dan keterswdiaan obat di Rumah Sakit yang belakangan ini mendapat sorotan. 

Di hadapan Direktur RSUD Barru, dr. Hj. A. Nikmawati, DEA, Ketua Komisi III. Drs. H. Syamsuddin Muhiddin. M. Si menyampaikan keluhan terkait pelayanan ketersediaan obat. Syamsuddin menegaskan keluarga pasien mengeluhkan minimnya persediaan Obat di apotik Rumah Sakit. Tidak jarang keluarga pasien harus membeli obat di apotik diluat rumah sakit. 

Terkait Syamsuddin secara tegas meminta pihak RSUD mengantisifasi masalah tersebut sehingga ketersediaan obat tidak lagi menjadi keluhan utama masyarakat, khususnya keluarga pasien. 

Direktur RSUD Barru A. Nikmawati mengakui bahwa pada awal-awal tahun memang sering kekurangan stok obat,  terutama obat jenis tertentu. Hal dipengaruhi oleh beberapa hal termasuk kurangnya pasein akibat Pandemi yang berdampak pada pemasukan . "Saat ini ketersediaan obat sudah mulai normal kembali", terang A. Nikma. 

Wakil Ketua DPRD Kamil Ruddin yang mengecek langsung kondisi pasien di beberapa bangsal, melakukan dialog langsung dengan pasien. Salah seorang pasien penderita diabetel saat ditanya terkait pelayanan dan ketersediaan obat mengaku tidak kesulitan lagi menebus resef obar dari dokter.

 "Alhamdulillah pelayanan cukup bagus dan obat tidak lagi beli diluar karena sudah tersedia di apotik Rumah Sakit", jelas salah seorang pasien. 

Usai Sidak, Wakil Ketua DPRD Barru Kamil Ruddin mengatakan, dari beberapa pasien yang dicross chek mengaku tidak lagi mengeluhkan pelayan dan ketersediaan obat. 

Namun demikian Kamil mengharapkan pihak Menejemen Rumah Sakit terus melakukan pembenahan,  baik pelayaman ketersediaan obat dan yang tidak kalah pentingnya penangan Limbah Medis (Limbah B3) dan Air Bersih. (syam) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama