// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Tiga RT Positif Covid-19, Ruang Isolasi Rumah Sakit SMC Tasikmalaya Penuh


TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) -Sebanyak 32  warga Desa Sariwangi, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19.

Hasil itu diketahui setelah Ahmad Sahal Zarkasi selaku kepala Desa Sariwangi menggelar tes swab massal kepada ratusan warganya. 

Tes swab itu dilaksanakan pasca adanya 16 warga yang positif covid. Hasilnya setelah dilaksanakan tes, ternyata yang terpapar bertambah menjadi sebanyak 32 orang.

Kini seluruh warga yang terpapar covid-19 melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya masing masing, karena Rumah Sakit yang ada, saat sekarang ini sudah terisi penuh.

Ke-32 orang yang terpapar Covid-19 itu dari dua kampung, tersebar di tiga RT yaitu RT 05, 03, 06 di Dusun Kertasari  Desa Sariwangi.

Bahkan di antara ke 32 itu ada seorang ibu dan balitanya terpapar juga.  Sang Ibu dibawa ke rumah sakit karena mempunyai penyakit penyerta, sedangkan anaknya diisolasi di rumah.

Meski banyak warga yang terkena covid-19, pihak desa tidak melakukan karantina wilayah atau lockdown karena seluruh petugas sudah dikerahkan untuk memantau dan memperhatikan seluruh warga yang sedang melakukan isolasi mandiri, dan memasok sembako dan vitamin.

"Pihak Desa tidak bisa berbuat banyak untuk mengisolasi semua warga karena tempat isolasi di Rumah Sakit MSC sudah penuh, dan kami mengakui kecolongan dan lamban mengenai informasi warga yang terkena covid sehingga belum mengetahui penyebab awalnya" kata Ahmad saat dimintai keterangan. (H. Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama