Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

IKS Siap Menjadi Satu Pilar Mendukung Kondusifitas Pembangunan Di Lampura

LAMPUNG UTARA (wartamerdeka.info) - Ikatan Keluarga Surakarta, siap menjadi salah satu pilar utama yang mendukung kondusfitas pembangunan daerah ini disampaikan Ketua Umum Ikatan Keluarga Surakarta, Edi Santoni atau yang akrab disapa Puset Edi.

Saat ditemui awak media, Edi menyampaikan, aman damai, kondusifitas daerah menjadi modal dasar yang harus senantiasa dijaga. Sehingga bisa mendukung program pembangunan daerah jangka pendek, menengah hingga panjang.

“Kita harus selalu kerjasama dalam menjaga kondusifitas daerah. Tanpa kondusifitas tersebut, saya rasa akan sulit menjalankan berbagai agenda pembangunan di lampung utara yang kita cintai bersama ini,” ujar Edi santoni.

Lanjut Edi, menjaga kondusifitas daerah memang tidak mudah dan selalu menemui tantangan apalagi sudah setahun lebih kita dilanda pandemi covid 19. Namun saya rasa itu semua, dapat diatasi jika seluruh elemen masyarakat lampung utara senantiasa saling mengasihi dan menyayangi.

“marilah kita bergandengan tangan bersama-sama menjaga dana mengawal pembangunan daerah kita, turunkan sedikit ego kita masing-masing,kesampingkan dulu kepentingan golongan ,mari kita dahulukan kepentingan masyarakat lampung utara secara umum, Prinsip itu yang harus kita pegang dan tegakkan bersama,” paparnya.

"Malulah kita dengan kabupaten-kabupaten pecahan dari Lampung Utara. Mereka sudah lari kita masih jalan ditempat, 75 tahun sudah umur lampung utara ini, lamun mak gham apolagi sai agow ngewawaike tanoh kelahiran gham ijo," tegasnya.(yoke)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama