Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pelaku Penganiayaan Terhadap Sopir Kontainer Ternyata Warga Sipil Bukan TNI

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Beredar sebuah video penganiayaan dan perusakan terhadap sopir dan truk pengangkut kontainer yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara pada Sabtu (26/6). Dalam video yang kemudian viral tersebut terdengar seseorang berkata, “woooy, jangan mentang-mentang tentara, belagu banget.”

Dalam video yang beredar tersebut nampak aksi penganiayaan dan perusakan yang dilakukan pengemudi mobil Pajero terhadap sopir truk kontainer, setelah memindahkan mobilnya (pajero) pelaku kemudian kembali melakukan pengerusakan truk kontainer tersebut.

Setelah kejadian tersebut sopir truk kontainer atas nama  Egi Sayana umur 22 tahun yang beralamat di Kp. Kaso Cibodas Rt.006/001 Kel. Sukaraja Kec. Warunggunung, melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian setempat.

Setelah dilaksanakan penyidikan oleh pihak Kepolisian, bahwa yang melakukan penganiayaan dan perusakan adalah warga sipil dengan identitas Omega Kotutung umur 41 Tahun pekerjaan Pelaut yang mengemudikan Mobil Pajero Sport warna hitam bernomor polisi B 1881 QH, alamat Jl. Gembira Trs. No. 182 A Sungai Bambu Tj. Priok.

Sementara Kepala Bidang Penerangan Umum Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Dr. Drs. Edys Riyanto, M.Si. menghimbau “kepada masyarakat agar tidak ceroboh dalam menyebutkan Institusi TNI dalam unggahan video pada kejadian apapun”.

Saat ini kasus tersebut sedang dalam pendalaman pihak Polda Metro Jaya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama