// Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Harga minyak tembus $116 per barel saat Iran menuduh AS bersiap melakukan invasi


Harga minyak mentah terus naik seiring dunia menghadapi krisis energi terbesar dalam beberapa dekade. Harganya telah melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua minggu di tengah eskalasi di berbagai front perang AS-Israel melawan Iran.

Lanjut...

WMChannel


 

Polisi Tangkap Pemasok Senjata Ke Teroris KKB Papua

Polisi menangkap Ratius Murid alias Neson Murib

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Polisi dikabarkan telah menangkap Ratius Murid (RM) alias Neson Murib (NM) yang diduga terlibat dalam jaringan pemasok senjata api untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) alias OPM di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri menyebutkan RM alias NM (26) yang ditangkap di Bandara Mulia Kabupaten Puncak Jaya adalah pencari senjata api dan amunisi untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen.

"RM sudah mengaku kepada penyidik, termasuk aliran dana yang diperoleh untuk membeli senpi dan amunisi," kata Irjen Pol. Mathius Fakhiri di Jayapura, Selasa (15/6/2021).

Kapolda mengatakan bahwa penangkapan terhadap RM terjadi saat yang bersangkutan hendak melanjutkan perjalanannya ke Timika dengan menggunakan pesawat.
 
Sebetulnya, menurut Fakhiri, dari laporan yang diterima menyebutkan bahwa RM yang menggunakan pesawat Rimbun Air terbang dari Nabire ke Timika, Senin (14/6) dengan rute Nabire-Mulia (Puncak Jaya)-Timika.

Namun, sesampainya di Mulia, Senin (14/6), pesawat mengalami gangguan sehingga pada hari Selasa (15/6) baru melanjutkan penerbangan.

"Pada saat itulah salah seorang anggota KP3 Bandara Mulia mengetahui keberadaan yang bersangkutan, kemudian melaporkan, lalu aparat menangkap RM," kata Fakhiri.
 
Ketika ditanya tentang asal uang yang diamankan bersama RM, Kapolda Papua mengatakan bahwa RM mendapat uang tersebut dari seseorang yang saat ini masih didalami penyidik.
 
"Terkait dengan aliran dana yang dipegang RM masih dalam penyelidikan. Perkembangan selanjutnya akan diinfokan lagi," kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri.
 
RM diamankan bersama barang bukti berupa uang sebesar Rp370 juta, tiga buah handphone, dan berbagai barang bukti lainnya, termasuk buku catatan.

Saat ini RM masih diamankan di Mapolres Puncak Jaya di Mulia.

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Iqbal Alqudusy kepada wartawan, juga mengungkapkan, Neson diduga telah melakukan sejumlah transaksi senjata api dan meraup keuntungan hingga miliaran rupiah. Total yang dikirim dan diterima Nelson mencapai Rp1,39 miliar.

Menurutnya, Neson ditangkap di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Nelson hendak pergi ke Kabupaten Timika. Saat dutangkap, Nesobln membawa uang tunai sebesar Rp370 juta

Iqbal menduga uang tersebut untuk membeli senjata api. Pihaknya akan mengusut jaringan penjual senjata api dan amunisi ke kelompok yang dicap teroris oleh pemerintah.

"Tim masih akan menggali informasi sumber dana, serta aktivitas pengiriman uang untuk membeli senjata dan amunisi dari terduga Neson Murib," ujarnya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama