Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Cegah Penyebaran Covid-19, Forkompinda Raja Ampat Gelar Rakor

RAJA AMPAT (wartamerdeka.info) - Guna mencegah penyebaran Covid-19 di tanah air, khususnya di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Forkopimda Kabupaten Raja Ampat menggelar rapat koordinasi (rakor) di Balai Wayag Kantor Sekertariat Daerah (Setda) Raja Ampat, di Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, Selasa (6/7/2021) sekira pukul 11:00 waktu setempat. Wakil Bupati (Wabup) Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, saat memimpin rapat menyampaikan bahwa rapat kali ini untuk berdiskusi mencari solusi dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 di Raja Ampat.

"Semua pihak, terutama ASN harus meningkatkan sinergitas untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Raja Ampat. Jangan ada kata bahwa tugas itu, tugasnya SKPD tertentu. Tapi hal itu adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Wabup Orideko.

Dikatakannya, untuk menekan angka penyebaran Covid-19 perlu adanya pembatasan aktivitas warga khususnya di pusat keramaian, diantaranya pasar dan tempat lainnya yang dianggap sering adanya kerumunan warga. "Mengenai biaya operasional untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dibebankan di OPD masing-masing," kata Wabup.

Dalam melaksanakan tugas, tambah Wabup, ASN harus disiplin. Disiplin itu dimulai dari diri kita masing-masing. "Bagaimana kita bisa menerapkan disiplin protokol kesehetan kepada warga, sementara kita sendiri tak disiplin," sambungnya.

Wabup menyebut, bahwa adanya Covid-19 merupakan ujian dari Tuhan Yang Maha Esa. "Covid-19 ini untuk mengingatkan atas kelakuan kita selama ini., Covid-19 merupakan ujian dari Tuhan agar kita bersikap lebih baik kedepan," terangnya.

Wabup berharap setelah rapat koordinasi ini, semua pihak sudah bersepakat terkait langkah-langkah yang menjadi solusi dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Raja Ampat.

Pantauan PPWI kegitan kali ini, rapat koordinasi dihadiri dari pihak Kodim 1805/Raja Ampat, Polres Raja Ampat, BIN perwakilan Raja Ampat, UPP Kelas II Raja Ampat sejumlah pimpinan OPD daerah setempat serta tamu undangan lainnya.

Informasi yang diperoleh dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan daerah setempat, tercatat 90 orang aktif Covid-19 . 72 orang dari PKM Waisai, sementara 18 orang dari PKM Waigeo Barat Kepulauan Raja Ampat. (ZNL/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama