// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Dandim Beserta Staf Jajaran Sambut Hangat Kehadiran Pangdam Jaya Di Makodim 0507/Bekasi

KODAM JAYA (wartamerdeka.info) - Dalam rangka meyakinkan pelaksanaan PPKM Level 4 dapat terlaksana dengan baik, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, MA didampingi beberapa Pejabat Utama Kodam Jaya, pada pukul 08.40 WIB pagi mengunjungi Makodim 0507/Bekasi yang saat ini berkantor sementara di TK Cempaka Jalan Rawa Tembaga Kel.Margajaya, Kec.Bekasi Selatan, Kota Bekasi,  Senin (26/07/2021) 

Kehadiran Pangdam Jaya bersama rombongan disambut hangat oleh Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Iwan Aprianto,S.I.P., beserta para staf dan para Danramil.

Kunjungan Pangdam Jaya tersebut dalam rangka melakukan audensi dengan Dandim 0507/Bekasi dan para staf serta para Danramil.

Dalam kesempatan tersebut Pangdam Jaya menyampaikan kepada Dandim dan stafnya bahwa kehadirannya tersebut untuk mengetahui sejauh mana kegiatan di wilayah dapat terlaksana serta menanyakan informasi tentang permasalahan yang menjadi kendala saat pelaksanaan kegiatan di wilayah, agar kita selaku komando atas bisa mengambil keputusan dalam bertindak, kata Pangdam Jaya

Lebih lanjut Pangdam Jaya juga menyampaikan bahwa PPKM itu adalah pengendalian mobilitas yang  tinggi. Karena apa? Claster yang terjadi saat ini adalah claster dari keluarga ke keluarga, sebagai langkah salah satunya yaitu penegakan prokes dengan mobilitasnya kita batasi," ucap Pangdam.

"Kita perlu seoptimal mungkin mempergunakan akal kita untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya prokes kepada  masyarakat agar mereka paham, dengan kita membiasakan hal tersebut, mereka akan terbiasa juga," ujarnya.

Pangdam juga mengharapkan agar komando kewilayahan melakukan pekerjaan secara terukur. 

"Babinsa itu bukan Superman, kita tidak bisa bekerja 24 jam setiap harinya. Untuk itu kita bisa menggunakan seoptimal mungkin elemen masyarakat yang berada di wilayah,"harap Pangdam Jaya.

"Kita bersama 3 pilar melakukan PPKM dan vaksinasi. Ajak elemen masyarakat dalam pelaksanaan vaksin, berikan pemahaman dengan cara berbicara yang baik dan efektif. Jangan pernah menyerah kita harus tetap semangat," tutup Pangdam Jaya.

Sebelum meninggalkan Kodim 0507/Bekasi dalam kunjungannya, Pangdam Jaya bersama Dandim 0507/Bekasi yang turut di dampingi para staf dan para Danramil melakukan foto bersama. (Sumber: Kodim 0507/Bekasi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama