TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pesantren Ma'had Khairul Bariyyah Cimuning Gelar Vaksinasi Untuk Santri Dan Warga

BEKASI (wartamerdeka.info) - Di tengah pandemi Covid-19 yang terus merebak, banyak masyarakat Indonesia melakukan pencegahan pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Seperti melakukan vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19.

Bukan hanya di sekolah sekolah umum saja yang melakukan vaksianasi,  namun di Pesantren pesantren pun juga ikut  melakukan vaksinasi.

Seperti di Pesantren Ma'had  Khairul Barriyyah yang berlokasi di wilayah Kelurahan Cimuning Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi ini melakukan vaksinasi untuk para santri dan juga warga sekitarnya sesuai kouta yang sudah disediakan.

"Iya cukup membawa poto copi KTP dan Kartu Keluarga bisa melakukan vaksinasi, "ujar pengurus Ma'had Khairul Bariyyah saat ditemui di lokasi vaksinasi Kamis, (26/08/2021).

Terpisah, Ahmad peserta Vaksinasi di Ma'had Khairul Bariyyah Kelurahan Cimuning Kota Bekasi ketika dikonfirmasi oleh wartawan terkait vaksinasi hanya mengatakan, iya habis divaksin , yang namanya disuntikan pasti sakit.

"Jadi waktu pas disuntiknya saja merasakan sakit, setelah itu gak merasakan apa apa lagi, "ungkapnya.

Sementara petugas Vaksinator dari Pukesmas Cimuning yang bertugas melakukan vaksinasi di Pesantren Ma'had Khairul Bariyyah Cimuning Kota Bekasi menjelaskan, petugas vaksinatornya  berjumlah enam orang.

"Di sini kan beda Bang, ada santri perempuan jadi petugas vaksinatornya harus perempuan ini kan di pesantren engga bisa samakan dengan umum. Tapi kalau untuk warga sekitar engga apa apa petugas vaksinator nya laki laki atau perempuan, "tuturnya.

Diketahui, saat vaksinasi berlangsung di Ma'had Khairul Bariyyah Cimuning, petugas Satpol PP dari Kecamatan Mustika Jaya tetap melakukan penjagaan dan pengawasan kepada warga yang di vaksinasi. (Pandi)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama