Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme, Korem 071 Wijayakusuma Gelar Pembinaan

PURWOKERTO (wartamerdeka.info) - Maraknya perkembangan paham Radikalisme dan Separatisme belakangan ini perlu disikapi dengan waspada dan hati-hati oleh seluruh komponen bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Danrem/071 Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safudrin, S.I.P., dalam sambutannya yang di bacakan oleh Kasiter Rem 071/Wk Letkol Inf Eddy Lallo pada acara Pembinaan Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme di Makorem 071/Wijayakusuma, Kamis (30/9/2021).

“Akhir-akhir ini Bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai ujian dan tantangan baik itu yang berhubungan dengan pandemi Covid-19, maupun perkembangan berbagai bentuk gerakan yang dilakukan oleh elemen-elemen radikal atau yang sering disebut kelompok garis keras,” ujarnya.

Gerakan Radikal sebagai suatu pandangan, paham dan gerakan yang menolak secara menyeluruh terhadap tatanan, tertib sosial dan paham politik yang ada dengan cara perubahan atau perombakan secara besar-besaran melalui jalan kekerasan.

Sedangkan Separatisme merupakan gerakan untuk mendapatkan kedaulatan guna memisahkan diri dari wilayah suatu negara karena ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, kondisi politik, ekonomi, sosial, budaya maupun alasan lain. 

"Guna mencegah berkembangnya paham tersebut, diperlukan komitmen kebangsaan dan rasa persatuan dari seluruh elemen bangsa," tegasnya. 

Dikatakan, dalam mencegah kegiatan radikalisme dan separatisme tersebut tidak bisa dilakukan secara perorangan, tetapi harus bahu-membahu dan bersama-sama,” lanjutnya. (D)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama