TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Jajaran Polsek Tanjung Duren Bagikan Santunan Kepada Anak Yatim

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Jajaran Polsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat membagikan paket sembako dan santunan kepada anak yatim dan piatu dalam memperingati HUT Polisi Wanita (Polwan) ke-73. 

Kapolsek Tanjung Duren Kompol Rosana Albertina Labobar menyebut santunan dan paket sembako diberikan ke anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. 

"Hari ini hari ultah Polwan yang ke 73 dari kami dari Polsek Tanjung Duren turut merayakan hari ulang tahun Polwan dengan memberikan santunan kepada anak yatim yang ditinggal orang tuanya pada saat pandemi Covid-19," kata Rosana, Rabu (1/9). 

Data yang ada sejauh ini terdapat 33 anak yang orang tuanya meninggal lantaran Covid-19. 

Pemberian santunan diberikan kepada anak-anak di Aula Polsek Tanjung Duren. 

"Iya itu data yang kami dapat dari kelurahan ada 33 anak yang kami berikan santunan berupa uang dan sembako," kata Ocha sapaan akrab Kapolsek. 

Bukan hanya di aula, Polsek Tanjung Duren juga menyambangi rumah para anak yatim. 

Rata-rata dari mereka masih mengenyam bangku pendidikan sekolah dasar. 

"Ini bentuk kepedulian kami dalam berbagi kepada warga yang terdampak Covid-19, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan," kata Wakapolsek Tanjung Duren AKP Bintoro. (Ulis)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama