TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sekolah Pelanggar Prokes Akan Ditutup, Walikota Sebut Tempat Wisata Segera Dibuka

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Walikota Tasikmalaya M. Yusuf mengultimatum bila ada sekolah yang  melaksanakan PTM tapi melanggar prokes akan ditutup dalam arti kata tidak boleh ada kegiatan PTM untuk Sekolah tersebut.

Itu dikatakannya dalam wawancara bersama para pewarta saat dia memonitor kegiatan gebyar vaksin di kampus SMAN 1 jl. Rumah Sakit Umum Kota Tasikmalaya Jawa Barat kemarin.

Kata Yusuf, kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Tasikmalaya sampai sekarang melambat, meskipun beberapa kelonggaran sektor pendidikan, ekonomi, wisata dan lainnya sudah diberlakukan.

Yusuf pun memaparkan data terkait covid, bahwa menurut laporan dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, sampai Senin tanggal 13/9/2021, jumlah pasien aktif Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah turun drastis, yaitu sebanyak 90 Orang lebih atau di bawah 100.

Padahal sebelumnya menurut data bulan lalu, jumlah pasien aktif di Kota Tasikmalaya hampir mendekati ke angka 2000-an.

Tentu hal ini berimbas kepada penurunan jumlah Bad Occupancy Rate (BOR) di seluruh rumah sakit Kota Tasikmalaya yang mencapai 17 persen, yang sebulan sebelumnya sampai diatas 100 persen.

"Jika PTM sukses, selanjutnya percobaan pembukaan tempat wisata akan di mulai juga, namun sama jika melanggar akan ditutup lagi, semua kebijakan akan disampaikan secara lisan, tidak lewat surat,"  kata Walikota.

(H.Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama