TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sekjen PPWI, Dr Fachrul Razi Pastikan Kantor Perwakilan PPWI Turki Akan Segera Dibuka

ANKARA (wartamerdeka.info) - Setelah berhasil membuka delapan kantor perwakilan di berbagai negara di Timur Tengah dan Afrika Utara, kini Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) akan melebarkan sayapnya di Eropa, mulai dari negara Turkey.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPWI, Dr. Fachrul Razi, di sela-sela perbincangannya dengan Dr. Mustafa, calon General Manager of PPWI Representative for Turkey, Minggu (3/10/2021).

"Dalam waktu dekat ini kita berencana meresmikan Representative Office of PPWI atau kantor perwakilan PPWI Turkey. Sebagai calon General Manager kita tunjuk Dr. Mustafa. Mohon doa dan supportnya, semoga semua berjalan sesuai rencana," ujar Senator asal Aceh itu.

Di waktu yang bersamaan, Dr. Mustafa terlihat amat senang mendapatkan kepercayaan untuk menjadi perwakilan PPWI Turkey.

"Ini sebuah amanah yang harus saya jalankan, saya merasa bangga dan senang sekali bisa dipercaya untuk menjadi General Manager PPWI di Turkey," ujar Dr. Mustafa kepada Fachrul Razi saat menemuinya di Ankara, Turkey.

Sementara itu, dari Beirut, Lebanon, Koordinator PPWI International, Dr. Abdul Rahman Salem Dabboussi menyampaikan selamat bergabung kepada Dr. Mustafa yang akan menjabat sebagai General Manager PPWI di Turkey. "Welcome into the big family of PPWI Dr. Mustafa. We are delighted to have you in this our organisation based in Indonesia," tutur Abdul Rahman Salem Dabboussi. (WRI/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama