Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Viva Yoga Mauladi: Guru Penjaga Etika Moral Anak Didik

Viva Yoga Mauladi

Laporan : W. Masykar

Hari Guru Nasional (HGN) ke 76 pada 25 Nopember 2021 tak luput dari perhatian Viva Yoga Mauladi. Mantan anggota DPR RI (2009-20014) dari Partai Amanat Nasional ini turut ambil bagian pada momen Hari Guru Nasional. Menurut Viva Yoga, sosok guru harus peduli dengan peradaban dunia. Itu karena pendidikan merupakan pintu gerbang peradaban global. Dan pintu itu akan selamanya tertutup kecuali melalui sosok guru yang memiliki kepedulian besar akan perkembangan peradaban dunia. 

Pasca Hiroshima dan Nagasaki hancur berantakan karena di bom atom oleh pasukan sekutu, Hirohito, sang Kaisar Jepang, langsung bertanya kepada pusat informasi, media Center. Pertanyaannya sepintas aneh. 

Berapa jumlah guru yang masih hidup? 

Sang Kaisar tidak kuatir soal negeri yang dipimpinnya hancur lebur. Selama guru masih banyak yang hidup. Bagi Kaisar dengan  banyaknya guru yang masih hidup, maka fungsi pendidikan akan kembali berjalan normal dan fungsi guru akan terus ditingkatkan. Dan ternyata memang benar, hanya dalam waktu yang singkat, Jepang sudah kembali seperti semula sebagai negara maju, karena salah satunya berkat memaksimalkan fungsi guru. Itu yang disebut sebagai guru adalah pembuka jendela peradaban dunia. 

Tapi menurut Viva Yoga, fungsi guru bukan sekadar pembuka pintu gerbang peradaban dunia, bukan hanya mendidik agar murid mengerti, pandai, pinter menguasai ilmu pengetahuan. 

Tapi guru adalah seorang pendidik budi pekerti, memberi teladan dan menjaga etika moral anak didik agar berperilaku sebagai manusia yang bertaqwa. 

"Menjadi guru adalah menjadi penerang dalam kegelapan. Dan oleh karena itu, selain sebagai penjaga dan teladan etika moral, guru juga harus menjadi pendidik yang mengantarkan anak didik berperilaku sebagai manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," ungkap pria yang kini diisukan akan masuk jajaran kabinet jokowi ini. 

Dan secara simultan memiliki watak kepribadian, integritas dan mencintai tanah air. (**)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama