Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu: NIK Bermanfaat Untuk Keamanan Transaksi Lelang


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Pemanfaatan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi sangat esensial bagi Ditjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu). Sebab, DJKN Kemenkeu ini diamanatkan negara untuk mengurus dua hal, yaitu piutang negara, dan lelang.

Itu sebabnya, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sebagai penyedia data dan mitra kerja mendapatkan penghargaan atas pemanfaatan NIK, data kependudukan, dan KTP elektronik dalam layanan DJKN Kemenkeu. 

Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban menyerahkan penghargaan itu antara lain kepada Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan (FPD2K) AS Tavipiyono mewakili Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh yang berhalangan hadir, pada acara Gebyar Piutang Negara Tahun 2021 dan Pemberian Penghargaan Kepada Mitra Kerja Sama DJKN, Kamis (16/12/2021).

Pihak DJKN Kemenkeu seperti diutarakan Dirjen Rionald Silaban, sangat merasakan arti penting pemanfaatan NIK untuk keamanan transaksi terutama dalam hal lelang. 

"Sebab, dengan menggunakan identitas resmi berupa NIK, modus tindak pidana pencucian uang saat mengikuti lelang dapat langsung dilacak dan kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwenang," kata Dirjen Rionald.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof. Zudan Arif Fakrulloh sangat mengapresiasi penghargaan tersebut. Menurut Dirjen Zudan yang tengah menjalani karantina setelah bertugas ke Amerika Serikat, dengan lebih rapinya data kependudukan maka pemanfaatannya bisa lebih dioptimalkan bagi kepentingan pelayanan publik yang lebih cepat. 

"Lebih dari itu, tata kelola pemerintahan juga menjadi jauh lebih akuntabel dibandingkan dengan masa lalu," ujar Zudan.

Saat ini, kata Zudan, semua layanan publik bagi penduduk Indonesia menggunakan NIK sebagai basis utamanya. "Dengan NIK proses otentikasi penduduk jauh lebih cepat dan akurat. Proses berpemerintahan maupun proses bisnis menjadi semakin mudah," kata Zudan. (R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama