TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Gus Yahya: Kita Memiliki Mandat Peradaban Perjuangkan Tata Dunia Yang Sungguh-sungguh Adil Dan Harmonis

"Tidak Perlu Ikut-ikut Saudi Atau Yaman"


JAKARTA (wartamerdeka.info)  - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengingatkan umat Islam di nusantara khususnya kalangan NU, jangan ikut-ikutan Saudi, Emirat, Mesir, atau Yaman.

Ini katena,  kita memiliki mandat peradaban untuk memperjuangkan tata dunia yang sungguh-sungguh adil dan harmonis.

“NKRI, Islam Nusantara dan NU punya mandat peradaban untuk memperjuangkan tata dunia yang sungguh-sungguh adil dan harmonis, ditegakkan di atas dasar penghormatan terhadap kesetaraan hak & martabat di antara sesama,” tegas Gus Yahya lewat keterangannya di Twitter, Senin (17/1/2022).

Untuk mewujudkan itu, NU harus menjadi diri sendiri, tak harus ikut kemana-mana. Apalagi menjiplak peradaban dan budaya bangsa lain.

“PBNU tidak boleh harus ikut Saudi, harus ikut Emirat, harus ikut Mesir, atau Yaman. Tak harus ikut mana-mana,” tuturnya.

Ia menekankan NU harus mandiri dalam segala hal termasuk dalam wawasan keagamaan.

“Kita harus mandiri dalam wawasan keagamaan, karena kita punya mandat peradaban,” pungkasnya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama