// Menteri luar negeri dari Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad, dengan tujuan meredakan perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. // Serangan AS-Israel menghantam infrastruktur penting, kelompok garis keras menuntut penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. // Sakamoto Kaori dari Jepang meraih gelar juara seluncur es kejuaraan dunia di Praha, Republik Ceko, pada hari Jumat. //

Trulli
Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal ke Israel ketika perang dengan Iran meningkat. Pemberontak mengatakan mereka menembakkan rentetan rudal balistik yang menargetkan ‘situs sensitif militer Israel’ di Israel selatan.

Protes menentang Donald Trump meluas ke seluruh AS


Protes menentang Presiden AS Donald Trump telah digelar di seluruh Amerika Serikat, dengan banyak orang menyatakan penentangan terhadap serangan terhadap Iran.

Lanjut...

Gus Yahya: Kita Memiliki Mandat Peradaban Perjuangkan Tata Dunia Yang Sungguh-sungguh Adil Dan Harmonis

"Tidak Perlu Ikut-ikut Saudi Atau Yaman"


JAKARTA (wartamerdeka.info)  - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengingatkan umat Islam di nusantara khususnya kalangan NU, jangan ikut-ikutan Saudi, Emirat, Mesir, atau Yaman.

Ini katena,  kita memiliki mandat peradaban untuk memperjuangkan tata dunia yang sungguh-sungguh adil dan harmonis.

“NKRI, Islam Nusantara dan NU punya mandat peradaban untuk memperjuangkan tata dunia yang sungguh-sungguh adil dan harmonis, ditegakkan di atas dasar penghormatan terhadap kesetaraan hak & martabat di antara sesama,” tegas Gus Yahya lewat keterangannya di Twitter, Senin (17/1/2022).

Untuk mewujudkan itu, NU harus menjadi diri sendiri, tak harus ikut kemana-mana. Apalagi menjiplak peradaban dan budaya bangsa lain.

“PBNU tidak boleh harus ikut Saudi, harus ikut Emirat, harus ikut Mesir, atau Yaman. Tak harus ikut mana-mana,” tuturnya.

Ia menekankan NU harus mandiri dalam segala hal termasuk dalam wawasan keagamaan.

“Kita harus mandiri dalam wawasan keagamaan, karena kita punya mandat peradaban,” pungkasnya. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama