Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Dahsyat! Materi Pelatihan Dasar Jurnalistik Online Sesi-3 DPN-PPWI dan FIKOM UMT Bikin Melek

PELATIHAN Dasar Jurnalistik Online Sesi 3 yang diinisiasi DPN-PPWI bekerjama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Mpu Tantular (UMT) telah dilaksanakan di Jakarta, Sabtu (26/02/22). Kegiatan yang berlangsung amat dasyat melalui zoom meeting ini dipandu para narasumber yang memberikan materi yang sangat luar biasa.

Kenapa dahsyat? Karena selain para narasumber yang piawai dalam bidangnya masing-masing, materi yang diberikan betul-betul membuat peserta pelatihan ‘melek ilmu’. Materi pertama disampaikan Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., selaku Ketua Umum DPN-PPWI, Alumni PPRA-48 Lemhanas RI Tahun 2012 dan Pengelola Media dengan topik ‘Bahasa Indonesia dalam Jurnalistik’. 

Materi kedua disampaikan Mung Pujanarko, S.Sos., M.I.Kom., selaku Dosen Ilmu Komunikasi dan Penulis di beberapa media dengan topik ‘Tehnik Penulisan Berita’. Sementara materi ketiga disampaikan Danny PH Siagian, S.E., M.M., selaku Jurnalis dan Praktisi Jurnalistik, dengan topik ‘Editing Berita dan Foto’. 

Dalam arahan materinya, Ketua Umum DPN PPWI, Wilson Lalengke mengkritik tajam tulisan-tulisan para jurnalis, baik yang profesional maupun yang baru memulai karir dalam hal kurang pandai memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar apalagi yang berkaitan dengan tanda baca seperti tanda ‘titik’ dan ‘koma’ dalam tulisan mereka. 

"Sangat disayangkan, masih banyak sekali ditemukan penulisan berita yang belum memenuhi standar Bahasa Indonesia yang benar. Saya mengingatkan, kepada para jurnalis baik senior maupun yang baru memulai karirnya, bahwa penulisan kaidah dan tata bahasa yang baik dan benar sangat penting dalam sebuah tulisan," paparnya.

Sementara itu, seorang peserta dari Inggris, Teguh Santosa, sangat miris dengan fenomena saat ini. Ia sering melihat tulisan dengan menggunakan bahasa asing dengan ejaan yang salah dan seolah-olah bahasa asing itulah bahasa yang benar. "Padahal, hal tersebut berakibat fatal dalam artian si penulis telah membunuh bahasa Indonesia yaitu bahasa si penulis itu sendiri," ujar Teguh.

Para peserta semakin ‘melek’ mendengarkan penjelasan narasumber Mung Pujarnako tentang bagaimana membuat struktur penulisan sebuah berita, khususnya konsep 'Piramida Terbalik' dan tehnik 'Menulis Berita Cepat  (MBC) atau Quick News. Quick News adalah tehnik yang biasa digunakan para jurnalis/ wartawan ketika tidak punya banyak waktu untuk meliput sebuah peristiwa. 

"Mereka harus cepat membuat sebuah tulisan dengan menuliskan momen-momen yang dianggap penting dengan menggunakan sekitar 150 kata dan hanya dalam waktu 5-10 menit saja. Sungguh luar biasa menurut saya," tutur Teguh.

Selain itu, dalam materi ketiga yang membahas soal editing. Editing adalah proses memperbaiki berita yang ditulis tergesa-gesa sehingga menjadi sebuah tulisan menjadi yang dapat dibaca. "Proses editing sangat penting dilakukan guna menghindari terjadinya kesalahan informasi, menghindari keluhan yang mungkin akan merugikan pihak lain juga menghindari tuntutan hukum yang mungkin terkait," ujar Danny dalam pelatihan tersebut.

Hal-hal tersebut sangat penting diperhatikan dan ditingkatkan keahliannya bagi seorang jurnalis. Penyajian berita juga akan lebih akurat dan menarik jika didukung dengan foto yang diberi keterangan secukupnya (Caption). Demikian penjelasan Danny PH Siagian sebagai narasumber terakhir yang membawakan materi Editing Berita dan Foto. 

Kegiatan dimulai pada jam 12.30 WIB. Peserta mulai memasuki ruang Zoom Meeting hingga pukul 13.00 WIB dimana acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang kemudian dibuka secara resmi oleh ketua DPN PPWI bapak Wilson Lalengke. Peserta semakin melek dan kenyang dengan semua materi yang diberikan dalam pelatihan dasar jurnalistik hari ini yang berdurasi kurang lebih sekitar 4 jam.

Setelah mendengarkan penjelasan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh narasumber melalui google form yang telah disediakan. Kemudian acara menjadi bertambah semarak karena di sela-sela pelatihan, panitia telah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan quiz berhadiah yang dipandu oleh ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., selaku Dosen Ilmu Komunikasi dan pemandu acara. 

Yang menarik pada pelatihan kali ini adalah pesertanya selain berasal dari kota-kota di pulau Sumatera, Jawa dan sekitarnya, sebagian besar peserta yang berpartisipasi dalam pelatihan ini berdomisili di kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara bahkan ada peserta yang berdomisili di Inggris. Luar biasa semangat dan motivasi mereka untuk menambah ilmu dan keahlian dalam bidang jurnalistik. Acara berjalan lancar dan memuaskan semua pihak. 

Di akhir acara diadakan penyerahan sertifikat pelatihan secara simbolik dari perwakilan DPN-PPWI, Danny PH Siagian kepada wakil peserta pria dan wanita. Panitia juga mengumumkan akan diadakannya Pelatihan Dasar Jurnalistik Online Sesi-4 yang bisa diikuti lagi bagi peserta yang ingin menambah ilmu jurnalistik. Pendalaman materi jurnalistik akan diberikan kepada 10 orang peserta terbaik yang mengirimkan karya tulis mereka sebagai tugas akhir pelatihan. (TG007/Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...