Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kepala DKPPP Kota Bekasi: Mesin Combine Bantu Kelompok Tani Hasilkan Panen Lebih Efisien

KOTA BEKASI (wartamerdeka.info) - Panen merupakan salah satu kegiatan budidaya tanaman yang perlu mendapatkan perhatian khusus, karena disaat panen adalah waktu terpenting bagi petani untuk menentukan kualitas maupun kuantitas hasil atau produksinya akan turun atau bahkan rusak sama sekali jika panen terlambat.

Dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi bersama dengan kelompok tani Benda Jaya Kelurahan Mustikasari Kecamatan Mustikajaya memberdayakan alat yang dinamakan Combine Harvester yang dapat memotong, mengangkut, merontokan dan membersihkan guna mempercepat serta membantu proses panen agar lebih efisien dan mengurangi kehilangan hasil.

Kepala DKPPP Kota Bekasi, Herbert S.W. Panjaitan dalam program panen raya padi ini mengatakan padi sebagai tanaman yang dibudidayakan dengan pola tanam serentak, pada saat dipanen membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak agar panen dapat dilakukan tepat waktu.

"Ini adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja dengan cara meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja dengan menggunakan mesin panen. Keuntungan adanya mesin panen ini antara lain lebih efisien dan biaya panen per hektar dapat lebih rendah dibanding cara tradisional" ujar Herbert.

"Walaupun mesin Combine yang digunakan saat ini hanya menyewa, kami Pemerintah Kota Bekasi berharap agar kedepannya dapat menyediakan mesin panen ini sendiri guna dapat diberdayakan oleh kelompok-kelompok tani yang ada di Kota Bekasi tanpa harus lagi menyewa kepada pihak swasta lainnya" tutupnya. (Tyo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama