Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Dirjen Zudan Ingatkan Aparat Dinas Dukcapil, Tingkatkan Disiplin Diri Dan Jangan Cepat Menyerah

JAKARTA (wartamerdeka.info) – Pekerjaan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, ternyata bukan semata bersifat administratif, tapi ada nilai-nilai humanism universal  dalam melindungi segenap bangsa.

Timbul pertanyaan, mengapa ada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang pekerjaannya bagus, cepat selesai dan hasilnya tuntas. Tetapi ada juga Dinas Dukcapil yang lalai dan lambat.

“Kunci utamanya disiplin diri. Disiplin meliputi nilai-nilai, sikap, perilaku,” ujar Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH lewat keterangan videonya, dikutip Senin (30/5/2022).

Prof. Zudan mengungkapkan, selama 7 tahun menjadi Dirjen Dukcapil sudah mengunjungi lebih dari 400 Kabupaten Kota melihat kunci keberhasilan dinas-dinas Dukcapil yang hebat, bagus, kreatif, dan layanannya cepat karena disiplin.

“Disiplin meliputi nilai-nilai, sikap, perilaku. Yang pertama dia taat, patuh pada aturan. Kemudian waktu, yang ketiga menjalankan apa yang seharusnya dilakukan. Itu kunci utamanya. Sedangkan  Dinas Dukcapil yang lalai dan lambat karena tidak disiplin,” tuturnya.

“Jadi, rekan-rekan Dukcapil ayo kita disiplin diri, taati aturan, tepat waktu. Kemudian, jangan lupa lakukan apa yang seharusnya anda lakukan demi semua masyarakat berbahagia dengan layanan Adminduk,” ucapnya.

Dalam kesempatan lain, Dirjen Zudan berseloroh bahwa aparat Dukcapil semuanya memiliki pabrik pil sabar. "Walau dibully oleh masyarakat kami tetap bekerja dengan penuh semangat," ujarnya.  

Lebih lanjut dia mengungkapkan, agar bisa menggerakkan aparaturnya di 514 kabupaten/kota, 34 provinsi serta 7.400 kecamatan, selain menggunakan pendekatan transformasi, orkestrasi dan mobilisasi, Dukcapil harus membangun kebersamaan melalui budaya kerja atau working culture.

"Agar terwujud kekompakan kita membangun tahapan Dukcapil BISA. Ini merupakan satu semangat membangun kebersamaan. BISA adalah singkatan, B: Berkarya, I: Inovasi dan Inisiatif, S: Sabar namun penuh semangat, dan A: Adaptif dan amanah. BISA adalah budaya kerja yang Dukcapil bangun agar memiliki semangat yang sama di seluruh Indonesia," jelas Dirjen Zudan.

Menurutnya, Negara itu dibentuk untuk membahagiakan masyarakat. Begitu juga Dukcapil ada itu pun untuk masyarakat yang berada di mana pun tanpa mengenal diskriminasi. Pihaknya menyadari wilayah Indonesia yang sangat luas ini memerlukan ASN peyelenggara negara yang tangguh. 

"Maka kami wajib melakukan layanan yang kami sebut jemput bola dengan mendatangi penduduk Indonesia yang belum tersentuh layanan administrasi kependudukan di mana pun mereka berada apa pun keadaan mereka," kata  Dirjen Dukcapil.

Untuk itu,  Dirjen Zudan berpesan agar para punggawa Dukcapil jangan cepat mengeluh atau menyerah. "Tidak mungkin Allah SWT kalah dengan pabrik gembok yang menjual gembok lengkap dengan kuncinya. Begitu juga Allah sudah menyiapkan solusi saat memberikan masalah. Mengeluh, itu bukan jiwa miltansi yang kita bangun di Dukcapil," pungkas Dirjen Zudan. (A)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...